Selasa, 08 Februari 2011

surat cinta day #26 - untuk inspirasi kosong

Selamat siang, inspirasi!

kenapa kamu tak datang hari ini? aku jadi tak bisa menulis surat. tak tau mau menulis untuk siapa. sesungguhnya kamu sudah ada, tapi sebuah tweet orang mengombang ambingkan moodku dan aku tak tau apa yang kurasakan dan kupikirkan. mereka yang kubanggakan agak membuatku kecewa sehingga aku malas menulis. yasudah lah, tak apa.

Minggu, 06 Februari 2011

day #25 - untuk Lalu Defriza Prawihardi

Selamat pagi, 2 tahun.

Memang tidak tepat 2 tahun, tapi kurang lebih sekitar itu.

Abang, 2 tahun itu waktu. Waktu kamu dan aku sudah menjadi kita. Kita dalam konteks yang berharga. Kita yang menjadi penuh arti. Arti tentang menit yang sudah kita bunuh bersama. Arti tentang kebersamaan yang sudah terlalu banyak kita habiskan. Arti pemahaman satu sama lain sepenuhnya, tanpa ada satu bagian pun yang terlewat. Arti tentang mimpi yang sama sama kita anyam. Arti tentang masalahmu yang selalu menjadi masalahku dan sebaliknya. Arti tentang konflik yang tak jarang muncul dan kita selesaikan bersama. Arti tentang sosok yang bisa diandalkan. Arti tentang banyak hal. Terlalu banyak hal.

Abang, 2 tahun itu makna. Makna kenyamanan. Ini sudah sekitar 2 tahun. Semoga tak ada yang berubah. Semoga kamu tak berganti. Apalagi atas sebab hal kecil yang tak pantas merubah. Semoga kita selamanya menjadi kita dan tak kembali terurai menjadi aku dan kamu.

Terima kasih untuk namamu yang sudah tertulis manis di tulisan hidupku. Terima kasih sudah menjadi teman. Sudah menjadi abang. Sudah menjadi keluarga bersama yang lain.

Selamat pagi, Defri!

Sabtu, 05 Februari 2011

Aku Menulis Untuk Hidupku

morning glory


my morning glory

tasting you on a cup of coffee
by a music flows
in a dark room with a closed window

you're my every morning

surat cinta day #24 - untuk pembunuh waktu


selamat pagi, Haqqi Rizkiah Latuconsina.

kamu sama saja dengan Dila sebenarnya. apa lagi yang harus kutulis? kecuali secara kuantitas waktu yang kita bunuh bersama memang jauh lebih banyak. aku merindukannya. teramat sangat. itu sebabnya kamu berhasil membuatku menangis besar tadi malam. kamu memang pembunuh sebagian besar waktuku selama belasan tahun aku hidup. dari kecil sampai ingin dewasa tapi belum pantas. dari sekolah sampai rumah. dari untuk beraktifitas sampai untuk berlibur. dari tatap muka sampai 316075. kita sampai sudah begitu sering membenci satu sama lain karena bosan bersama. kita jauh sekarang, meskipun tak ada yang aku risaukan karena batin kita terikat. sudah kubilang sama saja dengan Dila.

sudahlah. sampai disini saja. aku tak punya fokus harus menulis apa untukmu dan kalau semuanya mau aku tulis, kamu akan menjadi tujuanku menulis surat selama menulis untuk proyek "30 hari menulis surat cinta".

sebut saja yang paling kita tau. aku mencintaimu dan kamu mencintaiku.

selamat pagi, pembunuh waktu.

day #23 - untuk pemilik tulang rusuk

Selamat sore, jodoh.

Halo. Apa kabar? Kamu dimana? Sudah di dekatku atau masih jauh? Aku bertanya bukan karena tak sabar menyatu, aku hanya penasaran. Siapa yang tidak? Semua orang penasaran kan? Tapi aku tidak khawatir. Aku tau aku punya waktunya. Sudah ditulis. Takdir. Apa lagi kalau bukan itu. Iya kan? Aku tau kamu pasti setuju. Santai saja dalam perjalananmu menemuiku, perjalananmu menyatu denganku. Kamu boleh kok istirahat sekali sekali. Tak harus berjalan tanpa henti. Kamu boleh singgah. Kemana saja. Kamu boleh melakukan apa saja sambil melaksanakan perjalananmu. Tak apa. Lagipula aku kan juga begitu. Aku menunggu sambil sesekali berjalan jalan dan melakukan berbagai hal.

Halo. Aku mau minta maaf sudah membuatmu menderita selama hidupmu karena mencuri bagian tutbuhmu, sepenggal rusukmu. Maafkan aku membuatmu hidup dalam kecacatan. Cacat kekurangan sepenggal rusuk. Maafkan aku. Tapi bukan aku yang berkehendak. Tuhan yang melakukannya. Jadi kamu jangan marah padaku ya? Maaf karena keberadaanku membuatmu sakit. Sakit karena tak punya sepenggal rusuk. Maaf karena untuk menciptakanku kamu harus kehilangan bagian dirimu. Maaf karena dari kodratnya aku telah menyakitimu. Meskipun orang bilang kaummu lah yang suka membuat sakit kaumku, pada kenyataannya kaumku lah yang secara harafiah menyakiti kaummu.

Halo kamu. Kamu siapa? Aku ingin tau walaupun aku tau aku pasti akan tau. Aku akan menebus kesalahanku. Aku janji. Tuhan tau itu dan Dia akan melakukannya. Tuhan akan membuat aku menebus kesalahanku padamu karena secara kodrat telah menyakitimu. Aku percaya itu. Kamu juga percaya kan? Bagian tubuhmu yang hilang akan disatukan kembali ke asalnya untuk melayanimu, membuatmu mengalami segala kebaikan, bahkan tak ada lagi keburukan. Aku janji. Itulah tebusan atas utangku. Kamu mau kan menunggu waktu itu datang? Kamu harus mau, karena aku mau. Sabar ya. Bersabarlah sambil belajar hal sebanyak banyaknya meskipun pelajaran itu buruk. Karena secacat apapun keadaanku ataupun keadaanmu, kita akan tetap menyatu. Hanya di tubuhmu aku bisa menempelkan diriku. Itu yang akan terjadi.

Aku mencintaimu. Semoga kamu memang sudah dekat agar tak usah berjalan terlalu jauh lagi.

Selamat sore, pemilik tulang rusuk :)

Kamis, 03 Februari 2011

day #22 - untuk hembusan rasa dan pikiran


Selamat malam, asap rokok.

kamu memukauku setiap kamu menyembur ke udara. kamu memukauku setiap kamu ikut maracuni udara yang kuhirup masuk paruku. kamu memukauku setiap kamu menyamarkan wajah penghirupmu dan perlahan membuyar sehingga ia jelas dan balik memukauku melebihi aku memukaumu.

kamu membuatku berpikir dan merasa di setiap saat hembusanmu menyatu mengotori senyawa ruang tak terlihat. satu hembusan, satu sisi rasa dan pemikiran yang kualami.

malam ini aku duduk bersamanya dan kembali menyaksikan kamu terurai habis secara bertahap ke samar gelap malam melalui sebatang rokok yang hangat ia hisap.

hembusan pertama, aku mengetahui rasaku semakin kuat, semua unsur kisah menguat dan membaik dan akhirnya semua menjadi semakin manis. hembusan kedua, aku mengetahui bahwa sederhananya aku semakin takut kehilangan dia. hembusan ketiga, aku megetahui bahwa kehilangan memang sudah sepatutnya terjadi, kehilangan adalah hal paling dekat dan paling erat kudekap dalam kisah ini. hembusan keempat, aku mengatahui rasa yang ia kembalikan padaku menguat. hembusan kelima, aku mengetahui aku tak pantas untuk rasa yang membesar dan menguat darinya itu. hembusan keenam, aku mengetahui bahwa aku harus menyerahkan segalanya untuk yang pantas, tapi kembali ke hembusan kedua, aku sakit untuk itu. hembusan ketujuh, aku mengetahui tulisan yang sudah tertulis dari aku belum berwujud bahwa semua akan tetap terjadi, tapi aku kembali ke hembusan ketiga dan semakin menjadikan besar momok terhadap masa depan.

ia mematikan rokoknya sebelum sebatang itu benar benar habis terbakar dan berpamitan pulang. pikiran dan rasaku terhenti sampai disitu. sisi kisah yang tercoret dalam otak dan hatiku berhenti sampai sisi ketujuh. semuanya bertolak belakang sekaligus berhubungan. dan aku hanya mampu melakukan hal yang sama pada setiap saat yang sama tanpa menyelesaikan pikiran dan rasaku, apalagi masalah yang hadir dari itu.

Selamat malam, hembusan rasa dan pikiran.




nb. tadinya mau pake poto aseli zzzzz :P

day #21 - untuk Mama Ari

Selamat malam, Tante.

Aneh menyapamu begitu karena kamu sudah punya sapaan yang semua orang pakai untuk menyapamu. Tapi apapun itu, aku harap aku bisa sempat menyapamu langsung sebelum akhirnya aku tak bisa seperti sekarang ini. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah ratusan kali Ka Ana berkoar koar mengajakku secepatnya liburan ke Malaysia. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah aku, papa dan mama sudah pernah berencana merayakan lebaran bersamamu. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah mama sudah melakukannya. Dan itu salah satu alasan besarku menangis sekarang.

Aku ingin terus menjadi anak kecil yang menghabiskan detik hari bersamamu. Aku benci menjadi besar. Aku mau kamu, aku, dan kita semua dulu. Aku rindu. Aku mau kita membuat kue pistel bersama dan yang kubuat hanya bagian tepungnya tanpa isi karena aku tak suka sayuran untuk isinya. Aku ingin dijahitkan baju olehmu. Aku ingin duduk disajikan wejangan nasehat olehmu dan Om Djama. Aku rindu kamu dan rumah besar yang sudah seperti istana kita. Istana anak anak. Ya, kita semua masih anak anak. Termasuk lima orang anakmu. Aku rindu.

Sekarang aku hanya punya satu alasan untuk berhenti menangis. Alasan itu datang dari seseorang saat ia memastikan aku tidak terlalu sedih, karena akan ada saat dimana sedih sungguhnya datang. Akan ada saatnya rasa sedih benar benar utuh menyerang dan aku mampu menangis selama seminggu tanpa henti. Dan tepat saat itulah aku berhenti menangis, lalu ingin pulang dan memeluk papa mama dan tak mau kulepas lagi.

Innalilahi wa innailaihi rajiun.

Semoga amal ibadahmu diterima dan diberikan tempat paling baik bersama orang orang paling baik disana.

Kiriman doa terbaik untukmu.

Selamat malam, Mama Ari :')

Selasa, 01 Februari 2011

surat cinta day #20 - untuk yang pantas

Selamat sore, kembaran!

sebelumnya aku ingin berkenalan. karena kamu tak pernah tau siapa aku. hanya aku yang tau kamu dan hampir selalu dibayangi olehmu. walaupun sebenarnya aku juga tak butuh kamu tau siapa aku. dan bahkan kamu sendiri jauh lebih tak butuh lagi.

awalnya aku tak pernah peduli denganmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku tak berekspektasi. aku tak menciptakan secuil harapan pun dalam kisahku. lama kelamaan segala rasa menguat, keadaan mendukung, dan aku jatuh semakin dalam dan mulai tak mampu mencari jalan keluar menuju permukaan lagi. pada titik itu aku mulai merisaukanmu. aku mulai risih dengan keberadaanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku mulai berekspektasi dan harapan tercipta semakin melebar.

namun sekarang aku kembali berpikir. berpikir banyak. aku tak harus lagi takut dengan kehilangan karena itulah konsekuensi sejak awal tentang kisah ini. itulah satu satunya hal yang kupahami pertama kali sejak aku memulai. aku tak perlu merisaukanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. sampai pada tempat dimana aku kehilangan dan segala sesuatu beralih ke dekapanmu pun, itulah yang paling pantas. karena sepemahamanku, semuanya pantas terjadi kecuali bersamaku. semuanya unsur di dalam ini pantas kecuali aku. semuanya pantas, apalagi kamu.

aku mengikat rasa untuknya. rasa yang kuat. rasa yang kuatur melalui pemikiranku dalam sarang otakku dan kusimpan rapi tak terusik di dalam hati. rasa yang setelah kutata, aku tak mau mengubah tataan itu lagi. sama sekali. aku menjalani kisah manis dengannya. dengan dekapan balik yang begitu hangat ia beri untukku. tak ada yang salah dengan semua itu. yang salah hanya penempatan aku. aku tak seharusnya disitu. tak pantas. lebih baik kamu yang ditempatkan disitu. lebih baik dan pantas.

jadi kenapa aku harus merisaukanmu? kenapa asaku pada kisah ini harus membuatku terganggu dengan bayangmu? kehilangan sudah menjadi konsekuensi sejak awal, aku sudah seharusnya siap. dan pengalihan padamu tidak seharusnya menjadi distraksi berlebihan pada sakitku. seharusnya semuanya baik baik saja. karena yang kurisaukan tentangmu adalah hal yang sesungguhnya sudah paling pantas ada sejak awal. kenapa lagi harus merisaukanmu?

Selamat sore, yang pantas!

What If

photos on : kamar gelap, 02.25 am