Somewhere I can't tell you, February 14 2011
I LOVE YOU AND I MEAN IT!
I MEAN IT WITH MY WHOLE HEART!
AND JUST DON'T ASK!
Good day and night, Favorite!
Tampilkan postingan dengan label 30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 Februari 2011
Sabtu, 12 Februari 2011
day #31 - untuk Jumat Ajaib
Selamat pagi, The Cure.
Apa kabar kalian? Terima kasih sudah melantunkan Friday I'm in Love dan menemani aku menyambut Jumat luar biasa dengan cinta yang jatuh begitu banyak dan tak terbendung untuknya. Semuanya terjadi di hari jumat. Semua hal besar yang menjadi bagian dari rasaku untuknya terjadi pada hari jumat, termasuk jumat ini. Jumat tak terduga yang bahkan sampai sekarang masih tak mampu kuduga.
Selamat pagi, Maroon 5.
Apa kabar kalian? Terima kasih sudah memainkan Sunday Morning meskipun hujan tidak turun pagi ini. Meskipun aku mengharapkan hujan untuk memanja, walaupun tidak pagi ini, paling tidak hari ini. Sayangnya matahari cerah. Tak ada bedanya dengan rasaku yang terang dari jumat sampai hari minggu ini. Aku bahagia. BAHAGIA. Bahagia dengan bold, italic, underline, larger font size, stabilo, dan highlight lainnya. Aku memang suka jumat. Sudah kupastikan.
Selamat pagi, Jumat Ajaib!
Apa kabar kalian? Terima kasih sudah melantunkan Friday I'm in Love dan menemani aku menyambut Jumat luar biasa dengan cinta yang jatuh begitu banyak dan tak terbendung untuknya. Semuanya terjadi di hari jumat. Semua hal besar yang menjadi bagian dari rasaku untuknya terjadi pada hari jumat, termasuk jumat ini. Jumat tak terduga yang bahkan sampai sekarang masih tak mampu kuduga.
Selamat pagi, Maroon 5.
Apa kabar kalian? Terima kasih sudah memainkan Sunday Morning meskipun hujan tidak turun pagi ini. Meskipun aku mengharapkan hujan untuk memanja, walaupun tidak pagi ini, paling tidak hari ini. Sayangnya matahari cerah. Tak ada bedanya dengan rasaku yang terang dari jumat sampai hari minggu ini. Aku bahagia. BAHAGIA. Bahagia dengan bold, italic, underline, larger font size, stabilo, dan highlight lainnya. Aku memang suka jumat. Sudah kupastikan.
Selamat pagi, Jumat Ajaib!
day #30 - untuk kamar gelap

selamat malam, Tititeliti.
entah kenapa kamu sempat dinamakan begitu. seingatku karena kamu kamar nomor tiga dan yang pertama terbayang di pikiranku adalah salah satu tokoh dalam majalah Bobo, Bibi Tititeliti. lagipula terdengar lucu kan? punya Eci saja namanya Cicihuahua, kenapa kamu tidak Tititeliti? iya kan? tapi aku lebih suka menyebutmu kamar gelap. karena dalam kondisi itulah kamu terlihat begitu cantik. paling cantik. dalam kondisi itulah kamu prima memainkan peran hebatmu. dalam kondisi itulah aku paling suka bersamamu
kamu sebenarnya terlalu sering membuatku kesal. alasannya, kamu adalah salah satu hal yang harus kuurus sendiri. kamu merepotkan pada saat tertentu, seperti saat aku kembali dari liburan panjang dan meninggalkanmu. kamu salah satu tanggung jawab yang harus kutangani sendiri dan itu menyebalkan.
tapi apapun itu, aku menyayangimu. kamu sudah setia bersamaku selama sekitar 2,5 tahun. kamu sudah menghadirkan kehangatan berlindung, bukan hanya untuk tubuhku, tapi juga hati dan pikiranku. kamu sudah menyediakan kesejukan berteduh, bukan hanya dari sengatan panas matahari tapi juga dari hujaman masalah dan konflik yang butuh obat penenang. kamu sudah membolehkan sinar matahari menyusupi jendela dan menyadarkanku kalau aku masih diberi kesempatan untuk baik baik saja, serta membolehkan angin malam menusuk dingin dari pintu dan memberitahuku bahwa aku masih hidup dan harus segera beristirahat.
kalau ada yang bilang bahwa hati adalah alat pendramatisir keadaan paling canggih, kamu lah bahan bakar bagi mesin yang disebut hati itu. kamu yang menampung air mata sampai bantal bantalku berjamur menghitam dan menumpuk tawa atas semua kisah bahagia atau sekedar lucu.
kamu membuat gelap semakin pekat. kamu membuat musik semakin emosional. kamu membuat film seperti biografi diri, kamu membuat kecewa semakin hancur, kamu membuat bahagia semakin bersinar, kamu membuat patah hati semakin remuk, kamu membuat jatuh cinta semakin indah. kamu menyiapkan kopi yang terasa seperti rasa yang sedang dirasakan hati di pagi hari. kamu memainkan suara spongebob setiap mataku mulai terbuka dan membuat aku merasa tidak sendiri. kamu ahli mendramatisir.
terima kasih telah cukup lama menemaniku dan semoga bertahan bersamaku sampai batasnya. batas yang semoga tak terlalu lama dari sekarang. aku rasa akan aneh memulai bersama yang lain nantinya. tapi siapa yang tidak?
selamat malam, Kamar Gelap.
day #29 - untuk sembilan belas

Selamat malam, Delapan Belas.
agak berat memikirkan aku akan segera meninggalkanmu. aku hanya tak suka angka itu semakin besar. aku merasa seperti menuruni satu tangga kebanggaan jika aku menyebut angka yang semakin besar di hadapan orang orang. karena itu memang kebanggaanku. kebanggan untuk selalu menyebut angka yang kecil pada lingkunganku. lingkungan manapun, aku akan selalu menjadi satu yang selalu mampu menyebut angka terkecil. meskipun dimanapun aku akan selalu menyebut angka terkecil, aku tetap tak suka nilai angka itu semakin besar. karena meskipun angka itu tak pernah semakin besar bagi dunia tempat tinggalku, angka itu semakin besar bagiku.
sejak awal aku sudah seperti menempati hidup yang salah. terlalu cepat. terlalu cepat dibandingkan sewajarnya rata-rata. aku pernah ditanyai oleh seorang kakak angkatan yang sekelas denganku tentang hal itu. ia menanyakan dengan serius seakan sedang berada dalam riset besar dimana aku adalah subjeknya. ia menanyakan pernah atau tidak aku merasa kesusahan menjalankan peranku yang sesungguhnya belum waktunya untuk diperankan, pernah tidaknya aku merasa sulit beradaptasi, pernah atau tidak aku merasa berbeda dengan orang orang di sekitarku. saat itu aku menjawab dengan bangga dan lantang "tidak!". itu saat aku semester 2. dan sekarang aku duduk di bangku semester 6 dan semakin hari semakin merasa jawabanku berubah menjadi "iya!". "iya aku karbitan, matang sebelum waktunya!".
semakin dekat waktu aku meninggalkanmu. merubahmu menjadi Sembilan Belas. aku semakin merasa keberatan. aku juga tak suka menggombal bahwa kamu indah, waktu bersamamu selama ini berharga, semua yang menjadi bagian darimu luar biasa. tidak! karena aku percaya waktu setahun yang kusebut Delapan Belas bukan pusat tata surya. aku lebih suka percaya bahwa pusat tata surya sebagian besar ada pada Subjek, beberapa pada Objek, sedikit pada Predikat, dan bagiku Keterangan bukanlah apa apa. waktu hanyalah keterangan. Delapan Belas bukanlah apa apa. bagian bagian pembentuk Delapan Belas yang pantas menjadi Subjek, Objek, atau Predikat yang luar biasalah yang berarti. bukan Delapan Belas-nya. bukan keseluruhan.
aku keberatan hanya karena aku tak sudi menjadi dewasa. aku tak sudi meskipun aku telah melihat semua orang disekitarku yang selalu telah menjalaninya terlebih dahulu dariku baik baik saja. aku tak sudi. aku tak sudi menjadi sudah-Sembilan-Belas meskipun semua orang disekitarku bilang baru-Sembilan-Belas.
meet you soon there anyway. welcome.
Selamat malam, Sembilan Belas.
Kamis, 10 Februari 2011
day #28 - untuk Bu Rina
Good evening, Mom!
you've ever write your about-me data like this :
"coffee lover and cola addict"
and just so you know, I love you like you love coffee and I'm addicted to you like you're addicted to cola, Mom!
you're the funnest lecturer I've ever been studying with for almost 3 subjects. you're my favorite. you are!
you've ever write your about-me data like this :
"coffee lover and cola addict"
and just so you know, I love you like you love coffee and I'm addicted to you like you're addicted to cola, Mom!
you're the funnest lecturer I've ever been studying with for almost 3 subjects. you're my favorite. you are!
Selasa, 08 Februari 2011
surat cinta day #27 - untuk isi hati

selamat siang, kehati hatian.
aku mohon, tolong pergi! tolong pergi dan biarkan isi hatiku mengalir sesuai wujud keadaannya yang sesungguhnya tanpa harus dibatasi olehmu, kehati hatian. kamu menahan isi hati yang sesungguhnya ingin keluar. kamu membuat dia meragukanku. biarkan aku melakukan semuanya sesuai isi hati. tinggalkan kami! biarkan kami berdua sendiri agar dia berhenti meragukanku.
aku tidak peduli. apapun alasanmu selalu mengiringiku, aku tidak peduli! terserah kamu mau mengatas namakan trauma, pengalaman, persiapan untuk keadaan terburuk, memblokir harapan dan ekspektasi, atau apalah. aku tidak peduli. pergi sekarang juga! jangan halang halangi rasa yang sesungguhnya aku punya untuk diungkapkan. jangan halangi aku mengeksplor isi hatiku hanya karena terlalu berhati hati. pergi sekarang juga karena aku sudah muak diragukan oleh dia dan aku ingin bisa membuatnya percaya akan apa yang sesungguhnya ada dalam diriku, dalam hatiku. tolonglah kehati hatian, tinggalkan aku, rasaku, tulusku, dan isi hatiku sekarang juga. biarkan aku bebas.
selamat siang, isi hati.
surat cinta day #26 - untuk inspirasi kosong
Selamat siang, inspirasi!
kenapa kamu tak datang hari ini? aku jadi tak bisa menulis surat. tak tau mau menulis untuk siapa. sesungguhnya kamu sudah ada, tapi sebuah tweet orang mengombang ambingkan moodku dan aku tak tau apa yang kurasakan dan kupikirkan. mereka yang kubanggakan agak membuatku kecewa sehingga aku malas menulis. yasudah lah, tak apa.
kenapa kamu tak datang hari ini? aku jadi tak bisa menulis surat. tak tau mau menulis untuk siapa. sesungguhnya kamu sudah ada, tapi sebuah tweet orang mengombang ambingkan moodku dan aku tak tau apa yang kurasakan dan kupikirkan. mereka yang kubanggakan agak membuatku kecewa sehingga aku malas menulis. yasudah lah, tak apa.
Minggu, 06 Februari 2011
day #25 - untuk Lalu Defriza Prawihardi
Selamat pagi, 2 tahun.
Memang tidak tepat 2 tahun, tapi kurang lebih sekitar itu.
Abang, 2 tahun itu waktu. Waktu kamu dan aku sudah menjadi kita. Kita dalam konteks yang berharga. Kita yang menjadi penuh arti. Arti tentang menit yang sudah kita bunuh bersama. Arti tentang kebersamaan yang sudah terlalu banyak kita habiskan. Arti pemahaman satu sama lain sepenuhnya, tanpa ada satu bagian pun yang terlewat. Arti tentang mimpi yang sama sama kita anyam. Arti tentang masalahmu yang selalu menjadi masalahku dan sebaliknya. Arti tentang konflik yang tak jarang muncul dan kita selesaikan bersama. Arti tentang sosok yang bisa diandalkan. Arti tentang banyak hal. Terlalu banyak hal.
Abang, 2 tahun itu makna. Makna kenyamanan. Ini sudah sekitar 2 tahun. Semoga tak ada yang berubah. Semoga kamu tak berganti. Apalagi atas sebab hal kecil yang tak pantas merubah. Semoga kita selamanya menjadi kita dan tak kembali terurai menjadi aku dan kamu.
Terima kasih untuk namamu yang sudah tertulis manis di tulisan hidupku. Terima kasih sudah menjadi teman. Sudah menjadi abang. Sudah menjadi keluarga bersama yang lain.
Selamat pagi, Defri!
Memang tidak tepat 2 tahun, tapi kurang lebih sekitar itu.
Abang, 2 tahun itu waktu. Waktu kamu dan aku sudah menjadi kita. Kita dalam konteks yang berharga. Kita yang menjadi penuh arti. Arti tentang menit yang sudah kita bunuh bersama. Arti tentang kebersamaan yang sudah terlalu banyak kita habiskan. Arti pemahaman satu sama lain sepenuhnya, tanpa ada satu bagian pun yang terlewat. Arti tentang mimpi yang sama sama kita anyam. Arti tentang masalahmu yang selalu menjadi masalahku dan sebaliknya. Arti tentang konflik yang tak jarang muncul dan kita selesaikan bersama. Arti tentang sosok yang bisa diandalkan. Arti tentang banyak hal. Terlalu banyak hal.
Abang, 2 tahun itu makna. Makna kenyamanan. Ini sudah sekitar 2 tahun. Semoga tak ada yang berubah. Semoga kamu tak berganti. Apalagi atas sebab hal kecil yang tak pantas merubah. Semoga kita selamanya menjadi kita dan tak kembali terurai menjadi aku dan kamu.
Terima kasih untuk namamu yang sudah tertulis manis di tulisan hidupku. Terima kasih sudah menjadi teman. Sudah menjadi abang. Sudah menjadi keluarga bersama yang lain.
Selamat pagi, Defri!
Sabtu, 05 Februari 2011
surat cinta day #24 - untuk pembunuh waktu

selamat pagi, Haqqi Rizkiah Latuconsina.
kamu sama saja dengan Dila sebenarnya. apa lagi yang harus kutulis? kecuali secara kuantitas waktu yang kita bunuh bersama memang jauh lebih banyak. aku merindukannya. teramat sangat. itu sebabnya kamu berhasil membuatku menangis besar tadi malam. kamu memang pembunuh sebagian besar waktuku selama belasan tahun aku hidup. dari kecil sampai ingin dewasa tapi belum pantas. dari sekolah sampai rumah. dari untuk beraktifitas sampai untuk berlibur. dari tatap muka sampai 316075. kita sampai sudah begitu sering membenci satu sama lain karena bosan bersama. kita jauh sekarang, meskipun tak ada yang aku risaukan karena batin kita terikat. sudah kubilang sama saja dengan Dila.
sudahlah. sampai disini saja. aku tak punya fokus harus menulis apa untukmu dan kalau semuanya mau aku tulis, kamu akan menjadi tujuanku menulis surat selama menulis untuk proyek "30 hari menulis surat cinta".
sebut saja yang paling kita tau. aku mencintaimu dan kamu mencintaiku.
selamat pagi, pembunuh waktu.
day #23 - untuk pemilik tulang rusuk
Selamat sore, jodoh.
Halo. Apa kabar? Kamu dimana? Sudah di dekatku atau masih jauh? Aku bertanya bukan karena tak sabar menyatu, aku hanya penasaran. Siapa yang tidak? Semua orang penasaran kan? Tapi aku tidak khawatir. Aku tau aku punya waktunya. Sudah ditulis. Takdir. Apa lagi kalau bukan itu. Iya kan? Aku tau kamu pasti setuju. Santai saja dalam perjalananmu menemuiku, perjalananmu menyatu denganku. Kamu boleh kok istirahat sekali sekali. Tak harus berjalan tanpa henti. Kamu boleh singgah. Kemana saja. Kamu boleh melakukan apa saja sambil melaksanakan perjalananmu. Tak apa. Lagipula aku kan juga begitu. Aku menunggu sambil sesekali berjalan jalan dan melakukan berbagai hal.
Halo. Aku mau minta maaf sudah membuatmu menderita selama hidupmu karena mencuri bagian tutbuhmu, sepenggal rusukmu. Maafkan aku membuatmu hidup dalam kecacatan. Cacat kekurangan sepenggal rusuk. Maafkan aku. Tapi bukan aku yang berkehendak. Tuhan yang melakukannya. Jadi kamu jangan marah padaku ya? Maaf karena keberadaanku membuatmu sakit. Sakit karena tak punya sepenggal rusuk. Maaf karena untuk menciptakanku kamu harus kehilangan bagian dirimu. Maaf karena dari kodratnya aku telah menyakitimu. Meskipun orang bilang kaummu lah yang suka membuat sakit kaumku, pada kenyataannya kaumku lah yang secara harafiah menyakiti kaummu.
Halo kamu. Kamu siapa? Aku ingin tau walaupun aku tau aku pasti akan tau. Aku akan menebus kesalahanku. Aku janji. Tuhan tau itu dan Dia akan melakukannya. Tuhan akan membuat aku menebus kesalahanku padamu karena secara kodrat telah menyakitimu. Aku percaya itu. Kamu juga percaya kan? Bagian tubuhmu yang hilang akan disatukan kembali ke asalnya untuk melayanimu, membuatmu mengalami segala kebaikan, bahkan tak ada lagi keburukan. Aku janji. Itulah tebusan atas utangku. Kamu mau kan menunggu waktu itu datang? Kamu harus mau, karena aku mau. Sabar ya. Bersabarlah sambil belajar hal sebanyak banyaknya meskipun pelajaran itu buruk. Karena secacat apapun keadaanku ataupun keadaanmu, kita akan tetap menyatu. Hanya di tubuhmu aku bisa menempelkan diriku. Itu yang akan terjadi.
Aku mencintaimu. Semoga kamu memang sudah dekat agar tak usah berjalan terlalu jauh lagi.
Selamat sore, pemilik tulang rusuk :)
Halo. Apa kabar? Kamu dimana? Sudah di dekatku atau masih jauh? Aku bertanya bukan karena tak sabar menyatu, aku hanya penasaran. Siapa yang tidak? Semua orang penasaran kan? Tapi aku tidak khawatir. Aku tau aku punya waktunya. Sudah ditulis. Takdir. Apa lagi kalau bukan itu. Iya kan? Aku tau kamu pasti setuju. Santai saja dalam perjalananmu menemuiku, perjalananmu menyatu denganku. Kamu boleh kok istirahat sekali sekali. Tak harus berjalan tanpa henti. Kamu boleh singgah. Kemana saja. Kamu boleh melakukan apa saja sambil melaksanakan perjalananmu. Tak apa. Lagipula aku kan juga begitu. Aku menunggu sambil sesekali berjalan jalan dan melakukan berbagai hal.
Halo. Aku mau minta maaf sudah membuatmu menderita selama hidupmu karena mencuri bagian tutbuhmu, sepenggal rusukmu. Maafkan aku membuatmu hidup dalam kecacatan. Cacat kekurangan sepenggal rusuk. Maafkan aku. Tapi bukan aku yang berkehendak. Tuhan yang melakukannya. Jadi kamu jangan marah padaku ya? Maaf karena keberadaanku membuatmu sakit. Sakit karena tak punya sepenggal rusuk. Maaf karena untuk menciptakanku kamu harus kehilangan bagian dirimu. Maaf karena dari kodratnya aku telah menyakitimu. Meskipun orang bilang kaummu lah yang suka membuat sakit kaumku, pada kenyataannya kaumku lah yang secara harafiah menyakiti kaummu.
Halo kamu. Kamu siapa? Aku ingin tau walaupun aku tau aku pasti akan tau. Aku akan menebus kesalahanku. Aku janji. Tuhan tau itu dan Dia akan melakukannya. Tuhan akan membuat aku menebus kesalahanku padamu karena secara kodrat telah menyakitimu. Aku percaya itu. Kamu juga percaya kan? Bagian tubuhmu yang hilang akan disatukan kembali ke asalnya untuk melayanimu, membuatmu mengalami segala kebaikan, bahkan tak ada lagi keburukan. Aku janji. Itulah tebusan atas utangku. Kamu mau kan menunggu waktu itu datang? Kamu harus mau, karena aku mau. Sabar ya. Bersabarlah sambil belajar hal sebanyak banyaknya meskipun pelajaran itu buruk. Karena secacat apapun keadaanku ataupun keadaanmu, kita akan tetap menyatu. Hanya di tubuhmu aku bisa menempelkan diriku. Itu yang akan terjadi.
Aku mencintaimu. Semoga kamu memang sudah dekat agar tak usah berjalan terlalu jauh lagi.
Selamat sore, pemilik tulang rusuk :)
Kamis, 03 Februari 2011
day #22 - untuk hembusan rasa dan pikiran

Selamat malam, asap rokok.
kamu memukauku setiap kamu menyembur ke udara. kamu memukauku setiap kamu ikut maracuni udara yang kuhirup masuk paruku. kamu memukauku setiap kamu menyamarkan wajah penghirupmu dan perlahan membuyar sehingga ia jelas dan balik memukauku melebihi aku memukaumu.
kamu membuatku berpikir dan merasa di setiap saat hembusanmu menyatu mengotori senyawa ruang tak terlihat. satu hembusan, satu sisi rasa dan pemikiran yang kualami.
malam ini aku duduk bersamanya dan kembali menyaksikan kamu terurai habis secara bertahap ke samar gelap malam melalui sebatang rokok yang hangat ia hisap.
hembusan pertama, aku mengetahui rasaku semakin kuat, semua unsur kisah menguat dan membaik dan akhirnya semua menjadi semakin manis. hembusan kedua, aku mengetahui bahwa sederhananya aku semakin takut kehilangan dia. hembusan ketiga, aku megetahui bahwa kehilangan memang sudah sepatutnya terjadi, kehilangan adalah hal paling dekat dan paling erat kudekap dalam kisah ini. hembusan keempat, aku mengatahui rasa yang ia kembalikan padaku menguat. hembusan kelima, aku mengetahui aku tak pantas untuk rasa yang membesar dan menguat darinya itu. hembusan keenam, aku mengetahui bahwa aku harus menyerahkan segalanya untuk yang pantas, tapi kembali ke hembusan kedua, aku sakit untuk itu. hembusan ketujuh, aku mengetahui tulisan yang sudah tertulis dari aku belum berwujud bahwa semua akan tetap terjadi, tapi aku kembali ke hembusan ketiga dan semakin menjadikan besar momok terhadap masa depan.
ia mematikan rokoknya sebelum sebatang itu benar benar habis terbakar dan berpamitan pulang. pikiran dan rasaku terhenti sampai disitu. sisi kisah yang tercoret dalam otak dan hatiku berhenti sampai sisi ketujuh. semuanya bertolak belakang sekaligus berhubungan. dan aku hanya mampu melakukan hal yang sama pada setiap saat yang sama tanpa menyelesaikan pikiran dan rasaku, apalagi masalah yang hadir dari itu.
Selamat malam, hembusan rasa dan pikiran.
nb. tadinya mau pake poto aseli zzzzz :P
day #21 - untuk Mama Ari
Selamat malam, Tante.
Aneh menyapamu begitu karena kamu sudah punya sapaan yang semua orang pakai untuk menyapamu. Tapi apapun itu, aku harap aku bisa sempat menyapamu langsung sebelum akhirnya aku tak bisa seperti sekarang ini. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah ratusan kali Ka Ana berkoar koar mengajakku secepatnya liburan ke Malaysia. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah aku, papa dan mama sudah pernah berencana merayakan lebaran bersamamu. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah mama sudah melakukannya. Dan itu salah satu alasan besarku menangis sekarang.
Aku ingin terus menjadi anak kecil yang menghabiskan detik hari bersamamu. Aku benci menjadi besar. Aku mau kamu, aku, dan kita semua dulu. Aku rindu. Aku mau kita membuat kue pistel bersama dan yang kubuat hanya bagian tepungnya tanpa isi karena aku tak suka sayuran untuk isinya. Aku ingin dijahitkan baju olehmu. Aku ingin duduk disajikan wejangan nasehat olehmu dan Om Djama. Aku rindu kamu dan rumah besar yang sudah seperti istana kita. Istana anak anak. Ya, kita semua masih anak anak. Termasuk lima orang anakmu. Aku rindu.
Sekarang aku hanya punya satu alasan untuk berhenti menangis. Alasan itu datang dari seseorang saat ia memastikan aku tidak terlalu sedih, karena akan ada saat dimana sedih sungguhnya datang. Akan ada saatnya rasa sedih benar benar utuh menyerang dan aku mampu menangis selama seminggu tanpa henti. Dan tepat saat itulah aku berhenti menangis, lalu ingin pulang dan memeluk papa mama dan tak mau kulepas lagi.
Innalilahi wa innailaihi rajiun.
Semoga amal ibadahmu diterima dan diberikan tempat paling baik bersama orang orang paling baik disana.
Kiriman doa terbaik untukmu.
Selamat malam, Mama Ari :')
Aneh menyapamu begitu karena kamu sudah punya sapaan yang semua orang pakai untuk menyapamu. Tapi apapun itu, aku harap aku bisa sempat menyapamu langsung sebelum akhirnya aku tak bisa seperti sekarang ini. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah ratusan kali Ka Ana berkoar koar mengajakku secepatnya liburan ke Malaysia. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah aku, papa dan mama sudah pernah berencana merayakan lebaran bersamamu. Aku belum sempat menemuimu bahkan setelah mama sudah melakukannya. Dan itu salah satu alasan besarku menangis sekarang.
Aku ingin terus menjadi anak kecil yang menghabiskan detik hari bersamamu. Aku benci menjadi besar. Aku mau kamu, aku, dan kita semua dulu. Aku rindu. Aku mau kita membuat kue pistel bersama dan yang kubuat hanya bagian tepungnya tanpa isi karena aku tak suka sayuran untuk isinya. Aku ingin dijahitkan baju olehmu. Aku ingin duduk disajikan wejangan nasehat olehmu dan Om Djama. Aku rindu kamu dan rumah besar yang sudah seperti istana kita. Istana anak anak. Ya, kita semua masih anak anak. Termasuk lima orang anakmu. Aku rindu.
Sekarang aku hanya punya satu alasan untuk berhenti menangis. Alasan itu datang dari seseorang saat ia memastikan aku tidak terlalu sedih, karena akan ada saat dimana sedih sungguhnya datang. Akan ada saatnya rasa sedih benar benar utuh menyerang dan aku mampu menangis selama seminggu tanpa henti. Dan tepat saat itulah aku berhenti menangis, lalu ingin pulang dan memeluk papa mama dan tak mau kulepas lagi.
Innalilahi wa innailaihi rajiun.
Semoga amal ibadahmu diterima dan diberikan tempat paling baik bersama orang orang paling baik disana.
Kiriman doa terbaik untukmu.
Selamat malam, Mama Ari :')
Selasa, 01 Februari 2011
surat cinta day #20 - untuk yang pantas
Selamat sore, kembaran!
sebelumnya aku ingin berkenalan. karena kamu tak pernah tau siapa aku. hanya aku yang tau kamu dan hampir selalu dibayangi olehmu. walaupun sebenarnya aku juga tak butuh kamu tau siapa aku. dan bahkan kamu sendiri jauh lebih tak butuh lagi.
awalnya aku tak pernah peduli denganmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku tak berekspektasi. aku tak menciptakan secuil harapan pun dalam kisahku. lama kelamaan segala rasa menguat, keadaan mendukung, dan aku jatuh semakin dalam dan mulai tak mampu mencari jalan keluar menuju permukaan lagi. pada titik itu aku mulai merisaukanmu. aku mulai risih dengan keberadaanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku mulai berekspektasi dan harapan tercipta semakin melebar.
namun sekarang aku kembali berpikir. berpikir banyak. aku tak harus lagi takut dengan kehilangan karena itulah konsekuensi sejak awal tentang kisah ini. itulah satu satunya hal yang kupahami pertama kali sejak aku memulai. aku tak perlu merisaukanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. sampai pada tempat dimana aku kehilangan dan segala sesuatu beralih ke dekapanmu pun, itulah yang paling pantas. karena sepemahamanku, semuanya pantas terjadi kecuali bersamaku. semuanya unsur di dalam ini pantas kecuali aku. semuanya pantas, apalagi kamu.
aku mengikat rasa untuknya. rasa yang kuat. rasa yang kuatur melalui pemikiranku dalam sarang otakku dan kusimpan rapi tak terusik di dalam hati. rasa yang setelah kutata, aku tak mau mengubah tataan itu lagi. sama sekali. aku menjalani kisah manis dengannya. dengan dekapan balik yang begitu hangat ia beri untukku. tak ada yang salah dengan semua itu. yang salah hanya penempatan aku. aku tak seharusnya disitu. tak pantas. lebih baik kamu yang ditempatkan disitu. lebih baik dan pantas.
jadi kenapa aku harus merisaukanmu? kenapa asaku pada kisah ini harus membuatku terganggu dengan bayangmu? kehilangan sudah menjadi konsekuensi sejak awal, aku sudah seharusnya siap. dan pengalihan padamu tidak seharusnya menjadi distraksi berlebihan pada sakitku. seharusnya semuanya baik baik saja. karena yang kurisaukan tentangmu adalah hal yang sesungguhnya sudah paling pantas ada sejak awal. kenapa lagi harus merisaukanmu?
Selamat sore, yang pantas!
sebelumnya aku ingin berkenalan. karena kamu tak pernah tau siapa aku. hanya aku yang tau kamu dan hampir selalu dibayangi olehmu. walaupun sebenarnya aku juga tak butuh kamu tau siapa aku. dan bahkan kamu sendiri jauh lebih tak butuh lagi.
awalnya aku tak pernah peduli denganmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku tak berekspektasi. aku tak menciptakan secuil harapan pun dalam kisahku. lama kelamaan segala rasa menguat, keadaan mendukung, dan aku jatuh semakin dalam dan mulai tak mampu mencari jalan keluar menuju permukaan lagi. pada titik itu aku mulai merisaukanmu. aku mulai risih dengan keberadaanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. karena aku mulai berekspektasi dan harapan tercipta semakin melebar.
namun sekarang aku kembali berpikir. berpikir banyak. aku tak harus lagi takut dengan kehilangan karena itulah konsekuensi sejak awal tentang kisah ini. itulah satu satunya hal yang kupahami pertama kali sejak aku memulai. aku tak perlu merisaukanmu dan atau wanita lainnya. siapapun itu. sampai pada tempat dimana aku kehilangan dan segala sesuatu beralih ke dekapanmu pun, itulah yang paling pantas. karena sepemahamanku, semuanya pantas terjadi kecuali bersamaku. semuanya unsur di dalam ini pantas kecuali aku. semuanya pantas, apalagi kamu.
aku mengikat rasa untuknya. rasa yang kuat. rasa yang kuatur melalui pemikiranku dalam sarang otakku dan kusimpan rapi tak terusik di dalam hati. rasa yang setelah kutata, aku tak mau mengubah tataan itu lagi. sama sekali. aku menjalani kisah manis dengannya. dengan dekapan balik yang begitu hangat ia beri untukku. tak ada yang salah dengan semua itu. yang salah hanya penempatan aku. aku tak seharusnya disitu. tak pantas. lebih baik kamu yang ditempatkan disitu. lebih baik dan pantas.
jadi kenapa aku harus merisaukanmu? kenapa asaku pada kisah ini harus membuatku terganggu dengan bayangmu? kehilangan sudah menjadi konsekuensi sejak awal, aku sudah seharusnya siap. dan pengalihan padamu tidak seharusnya menjadi distraksi berlebihan pada sakitku. seharusnya semuanya baik baik saja. karena yang kurisaukan tentangmu adalah hal yang sesungguhnya sudah paling pantas ada sejak awal. kenapa lagi harus merisaukanmu?
Selamat sore, yang pantas!
surat cinta day #19 - untuk yang benar bertarung

Selamat malam, Fara Aldila Tuanaya!
Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk darah sejenis meskipun cukup jauh yang mengalir dalam tubuhmu juga tubuhku. Untuk nama paling belakangmu yang sama dengan milik mamaku. Untuk suatu pulau kecil yang sungguh indah yang sama kita tuju dan kita sebut kampung halaman. Karena untuk itu aku memang melekat padamu, takkan pernah lepas oleh alasan apapun yang dibawa oleh kehidupan. Karena untuk itu aku mencintaimu.
Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk batin yang telah kamu ikatkan seerat mungkin dengan batinku. Untuk waktu yang tak habis kau sediakan untukku. Untuk pengertian dan pemahaman besar yang kamu punya untukku meski kata tak pernah sampai dariku tentangku untukmu. Untuk semua iya yang kamu punya untuk mendukungku dan semua tidak yang kamu lantangkan untuk menjagaku. Untuk label yang umumnya orang sebut sahabat meskipun kita lebih suka menyebutnya saudara dan meskipun secara harafiah memang begitu. Untuk kebersamaan fisik dan nonfisik yang terikat kuat dan tak termasuk dalam jenis kebersamaan apapun karena terlalu luar biasa. Karena itu aku mencintaimu.
Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk kisah yang kaubiarkan aku tuk menyaksikan dan memahaminya. Kisah yang sewujud dengan yang dulu pernah aku lewati. Untuk rasa rasamu atas kisahmu yang entah karena kaitannya dengan paragraf pertama atau kedua begitu aku pahami. Untuk pelajaran hebat yang mampu kamu ukir dalam ceritamu itu. Pelajaran yang tak pernah mampu aku buat. Untuk pelajaran yang bisa kupelajari darimu. Bahwa sesungguhnya yang benar berjuanglah yang akan menjadi pantas, yang benar bertarunglah yang akan menuai yang manis. Karena itulah aku mencintaimu.
Selamat malam, yang benar bertarung!
Senin, 31 Januari 2011
day #18 - untuk Hendrik Nova Adiyatma

Selamat pagi, kata kata.
Kamu jagonya dalam hal itu. Surat ini seharusnya padat dan penuh kipikan dengan kata untukmu. Tapi aku tak pernah lebih hebat darimu untuk itu. Dan tak akan pernah. Kamu tetap rajanya. Raja kipik. Dan aku bukan ratunya. Takkan pernah menjadi ratunya. Maka sekian yang dapat kurangkai. Terima kasih.
Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuuh.
Selamat pagi, Hendrik!
Sabtu, 29 Januari 2011
day #17 - untuk yang bermimpi
Selamat malam, Asa!
kamu tau? kamu selalu terdengar jauh lebih indah saat dilantunkan bersama orang-orang berharga. berharga karena alasan hebat yang tidak sedikit dan tidak sembarangan. kamu indah saat dilisankan bersama, bahkan saat konteksmu adalah masa depan yang menakutkan dan seakan mampu menelan hidup-hidup. kamu terasa begitu agung saat dibayangkan bersama, walaupun yang terbayang telah melampaui setinggi-tingginya probabilitas.
jangan berhenti bermimpi. bersama. aku suka mendengarnya. apalagi saat semua yang melantunkannya ada di dalamnya. di dalam asa yang diciptakan. jangan berhenti. aku suka mendengarnya. meskipun isinya tak mungkin dan berlebihan. jangan berhenti. aku suka. karena kita akan benar-benar berjuang menggapai dan tinggal di dalam asa itu. jangan berhenti bermimpi. jangan berhenti melantunkannya. bersama-sama. aku cinta kalian.
Selamat malam, yang bermimpi!
kamu tau? kamu selalu terdengar jauh lebih indah saat dilantunkan bersama orang-orang berharga. berharga karena alasan hebat yang tidak sedikit dan tidak sembarangan. kamu indah saat dilisankan bersama, bahkan saat konteksmu adalah masa depan yang menakutkan dan seakan mampu menelan hidup-hidup. kamu terasa begitu agung saat dibayangkan bersama, walaupun yang terbayang telah melampaui setinggi-tingginya probabilitas.
jangan berhenti bermimpi. bersama. aku suka mendengarnya. apalagi saat semua yang melantunkannya ada di dalamnya. di dalam asa yang diciptakan. jangan berhenti. aku suka mendengarnya. meskipun isinya tak mungkin dan berlebihan. jangan berhenti. aku suka. karena kita akan benar-benar berjuang menggapai dan tinggal di dalam asa itu. jangan berhenti bermimpi. jangan berhenti melantunkannya. bersama-sama. aku cinta kalian.
Selamat malam, yang bermimpi!
Jumat, 28 Januari 2011
day #16 - untuk para perasa

Selamat pagi, Patah Hati.
Selamat pagi, semua yang mampu merasakannya. kalian hebat karena mampu merasakannya. kalian sepantasnya bersyukur karena bisa merasakannya. kalian tak pantas mengeluh. kalian orang yang memiliki hati hebat karena merasakannya. hati kalian dibuat hebat olehnya. karena hebatnya, kalian pantas untuk yang hebat dan itu butuh waktu. tak ada yang rumit. kesakitan itu menghebatkan kalian, dan karena kalian hebat, kalian pantas untuk yang hebat dan itu tak mudah. bukan ada dimana-mana.
Selamat pagi, Jatuh Cinta.
Selamat pagi semua yang mampu merasakannya. kalian juga yang wajib bersyukur karena mampu merasakannya. kalian harus bersyukur karena mampu bahagia dan tersenyum. kalian yang mampu melihat semua berubah indah. kalian pemilik imajinasi tertinggi karena indera mensensasikan dan mempersepsikan semuanya menjadi yang tak mampu orang lain tau. selamat untuk kalian yang mampu merasa aman dan nyaman. kalian yang mampu merindu. tak ada yang rumit. nikmati saja dan berhenti mengkhawatirkan.
Selamat pagi, Para Perasa.
selamat karena kalian punya hati. kalian menggunakannya. mengoptimalisasikannya. selamat karena kalian hidup dalam drama. itu bukan kecacatan. itu kelebihan luar biasa. drama itu luar biasa. selamat karena kalian tidak bangga dan sombong dengan otak kalian seperti Para Pemikir. mereka tak tau bagaimana nikmatnya dunia drama. Alice pun ingin pindah dari Wonderland ke sini. bangga lah kalian karena kalian punya organ yang lebih luar biasa dari sekedar otak, itulah hati.
untuk rasa, apapun kamu, sakit maupun bahagia, jaga hati yang menampungmu. selamatkan mereka. jangan biarkan mereka mati karena kamu takkan lagi punya tempat tinggal.
sekali lagi, Selamat pagi, Para Perasa!
Kamis, 27 Januari 2011
surat cinta day #15 - untuk papa dan mama
Selamat pagi, Pemilik Kesempurnaan!
apalagi yang harus ditulis selain maaf dan terima kasih? selain itu aku hanya ingin menulis bahwa aku ingin terus berfoto dalam pose polos wajah kecilku bersama kalian. aku tak mau foto lain, pose lain, wajah lain. aku tak mau wajah dewasaku dan paras menua kalian. dewasa bodoh! maafkan aku.
sudah. aku tak bisa menulis lagi. aku mau menangis!
Selamat pagi, Papa dan Mama.
apalagi yang harus ditulis selain maaf dan terima kasih? selain itu aku hanya ingin menulis bahwa aku ingin terus berfoto dalam pose polos wajah kecilku bersama kalian. aku tak mau foto lain, pose lain, wajah lain. aku tak mau wajah dewasaku dan paras menua kalian. dewasa bodoh! maafkan aku.
sudah. aku tak bisa menulis lagi. aku mau menangis!
Selamat pagi, Papa dan Mama.
Rabu, 26 Januari 2011
day #14 - untuk terima kasih
Selamat malam, penerimaan.
Penerimaan, aku tak tau kamu mampu hadir dengan begitu megah. kamu mampu menggapai diriku saat yang kuharapkan untuk didapatkan adalah sebuah pukulan keras mendarat di wajahku. kamu mampu datang saat aku sungguh butuh dimaki dan diludahi. kamu menggenggam tanganku tepat saat satu satunya hal yang ingin kudapatkan adalah tendangan selamat tinggal yang keras dan menyakitkan.
Penerimaan, kau tau apa yang aku pikirkan saat aku memikirkanmu dan yang memilikimu? aku berpikir tentang berdiri di tengah jalan raya dan menunggu truk besar mengehempaskan tubuhku berdarah di pinggir jalan. aku berpikir tentang naik pesawat dan terjun bebas tanpa parasut dari batas ketinggian terbangnya. aku berpikir tentang menaiki tangga kampus sampai lantai terakhir dan menuju ke lantai bawah lagi dengan cara tercepat tanpa harus naik tangga lagi.
Pemerimaan, kau sesungguhnya menyakitiku. karena aku tak pantas mendapatkanmu. kenapa kau justru hadir dan membuat rasa menguat? dengar, aku sungguh tak pantas untuk itu! Penerimaan, sungguh aku kuat menangis bermalam-malam untuk memikirkanmu. kenapa aku tak ditinggalkan saja? aku merasa berdosa! aku telah menyakiti!
Penerimaan, yang memilikimu dan yang memberikanmu padaku sungguh... tak tau dengan kalimat seperti apa lagi aku harus berterima kasih padanya. aku rasa takkan ada cara yang pantas untuk mengungkapkan keseluruhan rasa terima kasihku padanya. Penerimaan, kamu telah menjadi ujian terberat dan dia lulus. entahlah, dunia boleh melihatnya sebagai yang paling tidak baik tapi kamu lah yang paling tau bahwa dia yang terbaik. siapa lagi? kamu yang paling tau.
Selamat malam, terima kasih.
Penerimaan, aku tak tau kamu mampu hadir dengan begitu megah. kamu mampu menggapai diriku saat yang kuharapkan untuk didapatkan adalah sebuah pukulan keras mendarat di wajahku. kamu mampu datang saat aku sungguh butuh dimaki dan diludahi. kamu menggenggam tanganku tepat saat satu satunya hal yang ingin kudapatkan adalah tendangan selamat tinggal yang keras dan menyakitkan.
Penerimaan, kau tau apa yang aku pikirkan saat aku memikirkanmu dan yang memilikimu? aku berpikir tentang berdiri di tengah jalan raya dan menunggu truk besar mengehempaskan tubuhku berdarah di pinggir jalan. aku berpikir tentang naik pesawat dan terjun bebas tanpa parasut dari batas ketinggian terbangnya. aku berpikir tentang menaiki tangga kampus sampai lantai terakhir dan menuju ke lantai bawah lagi dengan cara tercepat tanpa harus naik tangga lagi.
Pemerimaan, kau sesungguhnya menyakitiku. karena aku tak pantas mendapatkanmu. kenapa kau justru hadir dan membuat rasa menguat? dengar, aku sungguh tak pantas untuk itu! Penerimaan, sungguh aku kuat menangis bermalam-malam untuk memikirkanmu. kenapa aku tak ditinggalkan saja? aku merasa berdosa! aku telah menyakiti!
Penerimaan, yang memilikimu dan yang memberikanmu padaku sungguh... tak tau dengan kalimat seperti apa lagi aku harus berterima kasih padanya. aku rasa takkan ada cara yang pantas untuk mengungkapkan keseluruhan rasa terima kasihku padanya. Penerimaan, kamu telah menjadi ujian terberat dan dia lulus. entahlah, dunia boleh melihatnya sebagai yang paling tidak baik tapi kamu lah yang paling tau bahwa dia yang terbaik. siapa lagi? kamu yang paling tau.
Selamat malam, terima kasih.
Selasa, 25 Januari 2011
day #13 - untuk Bunga
Selamat malam, Dua Puluh Enam.
Kamu manis sekali malam ini. Kamu angka paling manis yg pernah aku punya dalam hidupku. Sudah pasti, itu tanggal dimana aku mulai bernapas. Tapi kamu memang yg termanis sejauh aku pernah bernapas 18 tahun ini.
Dua Puluh Enam, kamu cantik. Yg paling cantik sejauh ini. Kamu angka saat ekspektasi yg tak pernah terlisankan dan bahkan ditolak untuk dibayangkan terpenuhi jauh melebihi asa. Kamu yg terindah saat harapan luput dari diri dan kecewa telah menyusupi saat jam berdetak dalam menitnya terakhir menuju jam 12. Kamu datang saat hanya deretan lentera jingga tergantung tertangkap mata tanpa ada sosok kesayangan yg tampak.
Dua Puluh Enam, kamu istimewa. Paling istimewa kali ini. Kamu angka biasa yg teristimewakan oleh setengah mekar yg kudapat. Kamu berubah wujud menjadi wangi bunga yg habis kuhirup sampai tak bersisa. Kamu merah putih hijau putih yang tebungkus plastik sederhana setengah perak. Kamu kado terbaik. Dan aku cinta itu. Dan aku tak habis menikmatinya. Karena ada kamu disana. Karena ada senyumku tersungging tulus disana.
Selamat ulang tahun. Bagiku. Bagi istimewa yg kudapat. Bagi istimewa yg kau beri.
Selamat malam, Bunga :)
Dedicated sweetly for Tiara Ardiani
Kamu manis sekali malam ini. Kamu angka paling manis yg pernah aku punya dalam hidupku. Sudah pasti, itu tanggal dimana aku mulai bernapas. Tapi kamu memang yg termanis sejauh aku pernah bernapas 18 tahun ini.
Dua Puluh Enam, kamu cantik. Yg paling cantik sejauh ini. Kamu angka saat ekspektasi yg tak pernah terlisankan dan bahkan ditolak untuk dibayangkan terpenuhi jauh melebihi asa. Kamu yg terindah saat harapan luput dari diri dan kecewa telah menyusupi saat jam berdetak dalam menitnya terakhir menuju jam 12. Kamu datang saat hanya deretan lentera jingga tergantung tertangkap mata tanpa ada sosok kesayangan yg tampak.
Dua Puluh Enam, kamu istimewa. Paling istimewa kali ini. Kamu angka biasa yg teristimewakan oleh setengah mekar yg kudapat. Kamu berubah wujud menjadi wangi bunga yg habis kuhirup sampai tak bersisa. Kamu merah putih hijau putih yang tebungkus plastik sederhana setengah perak. Kamu kado terbaik. Dan aku cinta itu. Dan aku tak habis menikmatinya. Karena ada kamu disana. Karena ada senyumku tersungging tulus disana.
Selamat ulang tahun. Bagiku. Bagi istimewa yg kudapat. Bagi istimewa yg kau beri.
Selamat malam, Bunga :)
Dedicated sweetly for Tiara Ardiani
Langganan:
Postingan (Atom)