Sabtu, 19 Februari 2011

nineteen surprise








how could i write anything more if this is the best thing that makes me speechless?
how could i tell a story if this is the best thing that makes no any words proper to tell?

TUHAN...
terima kasih sudah menuliskan ini untuk kualami di tahun kesembilan belas aku hidup
dan terima kasih sudah membiarkanku bernapas sampai tahun kesembilan belas
supaya aku bisa merasakan perasaan terbaik yang pernah kurasakan

TUHAN...
tolong susun kalimat terima kasih terbaik yang bisa Kamu susun
tolong susun dan sampaikan kalimat itu padanya
karena aku tak bisa
aku sudah mencoba dan rasanya setiap kalimatku masih tak cukup
tak cukup menyampaikan sesungguhnya syukurku

TUHAN...
aku sudah sembilan belas tahun
atau mungkin baru sembilan belas tahun
aku tak peduli
yang aku pedulikan hanyalah
terima kasih, untuk-Mu dan untuknya

Selasa, 15 Februari 2011

moment of life


"kamu sayang ga sama aku?"
"kalo ga, bukan kamu yang duduk di mobil ini dan tidur di rumah itu..."

banyak yang terjadi dalam beberapa hari itu. terlalu banyak malah. banyak berat hati yang pada akhirnya tetap terkumpul dan bermuara pada satu hal yang disebut bahagia. banyak pikiran, banyak rasa. terlalu banyak malah. yang tak menjadi banyak hanyalah sesuatu yang mungkin suka orang sebut cinta karena ia justru membesar dan melebar, bukan hanya semakin banyak. dan apapun itu, sejatinya semuanya hanyalah moment of life. bukan masalah, bukan kesenangan, bukan sakit hati, bukan jatuh cinta. sebut saja semua itu... moment of life.

dia masih diam memandang kosong ke luar jendela dengan playlist lagu-lagu kesukaannya melantun menemani dengan satu telapak dan lima jari tangan menggenggam miliknya erat.


*****

jangan pernah percaya fiksi!

Minggu, 13 Februari 2011

surat cinta day #32 - untuk #KAMU

Somewhere I can't tell you, February 14 2011

I LOVE YOU AND I MEAN IT!
I MEAN IT WITH MY WHOLE HEART!
AND JUST DON'T ASK!

Good day and night, Favorite!

Sabtu, 12 Februari 2011

day #31 - untuk Jumat Ajaib

Selamat pagi, The Cure.

Apa kabar kalian? Terima kasih sudah melantunkan Friday I'm in Love dan menemani aku menyambut Jumat luar biasa dengan cinta yang jatuh begitu banyak dan tak terbendung untuknya. Semuanya terjadi di hari jumat. Semua hal besar yang menjadi bagian dari rasaku untuknya terjadi pada hari jumat, termasuk jumat ini. Jumat tak terduga yang bahkan sampai sekarang masih tak mampu kuduga.

Selamat pagi, Maroon 5.

Apa kabar kalian? Terima kasih sudah memainkan Sunday Morning meskipun hujan tidak turun pagi ini. Meskipun aku mengharapkan hujan untuk memanja, walaupun tidak pagi ini, paling tidak hari ini. Sayangnya matahari cerah. Tak ada bedanya dengan rasaku yang terang dari jumat sampai hari minggu ini. Aku bahagia. BAHAGIA. Bahagia dengan bold, italic, underline, larger font size, stabilo, dan highlight lainnya. Aku memang suka jumat. Sudah kupastikan.

Selamat pagi, Jumat Ajaib!

30 hari --> 32 hari

Mengingat proyek 30 Hari Menulis Surat Cinta dimulai tanggal 14 Januari dan diakhiri tanggal 14 Februari serta jumlah hari pada bulan Januari ada 31 hari, maka 30 Hari Menulis Surat Cinta otomatis berubah menjadi 32 hari. Jadi, akan ada 32 post surat cinta, bukan 30. Terima kasih.

day #30 - untuk kamar gelap


selamat malam, Tititeliti.

entah kenapa kamu sempat dinamakan begitu. seingatku karena kamu kamar nomor tiga dan yang pertama terbayang di pikiranku adalah salah satu tokoh dalam majalah Bobo, Bibi Tititeliti. lagipula terdengar lucu kan? punya Eci saja namanya Cicihuahua, kenapa kamu tidak Tititeliti? iya kan? tapi aku lebih suka menyebutmu kamar gelap. karena dalam kondisi itulah kamu terlihat begitu cantik. paling cantik. dalam kondisi itulah kamu prima memainkan peran hebatmu. dalam kondisi itulah aku paling suka bersamamu

kamu sebenarnya terlalu sering membuatku kesal. alasannya, kamu adalah salah satu hal yang harus kuurus sendiri. kamu merepotkan pada saat tertentu, seperti saat aku kembali dari liburan panjang dan meninggalkanmu. kamu salah satu tanggung jawab yang harus kutangani sendiri dan itu menyebalkan.

tapi apapun itu, aku menyayangimu. kamu sudah setia bersamaku selama sekitar 2,5 tahun. kamu sudah menghadirkan kehangatan berlindung, bukan hanya untuk tubuhku, tapi juga hati dan pikiranku. kamu sudah menyediakan kesejukan berteduh, bukan hanya dari sengatan panas matahari tapi juga dari hujaman masalah dan konflik yang butuh obat penenang. kamu sudah membolehkan sinar matahari menyusupi jendela dan menyadarkanku kalau aku masih diberi kesempatan untuk baik baik saja, serta membolehkan angin malam menusuk dingin dari pintu dan memberitahuku bahwa aku masih hidup dan harus segera beristirahat.

kalau ada yang bilang bahwa hati adalah alat pendramatisir keadaan paling canggih, kamu lah bahan bakar bagi mesin yang disebut hati itu. kamu yang menampung air mata sampai bantal bantalku berjamur menghitam dan menumpuk tawa atas semua kisah bahagia atau sekedar lucu.

kamu membuat gelap semakin pekat. kamu membuat musik semakin emosional. kamu membuat film seperti biografi diri, kamu membuat kecewa semakin hancur, kamu membuat bahagia semakin bersinar, kamu membuat patah hati semakin remuk, kamu membuat jatuh cinta semakin indah. kamu menyiapkan kopi yang terasa seperti rasa yang sedang dirasakan hati di pagi hari. kamu memainkan suara spongebob setiap mataku mulai terbuka dan membuat aku merasa tidak sendiri. kamu ahli mendramatisir.

terima kasih telah cukup lama menemaniku dan semoga bertahan bersamaku sampai batasnya. batas yang semoga tak terlalu lama dari sekarang. aku rasa akan aneh memulai bersama yang lain nantinya. tapi siapa yang tidak?

selamat malam, Kamar Gelap.

day #29 - untuk sembilan belas


Selamat malam, Delapan Belas.

agak berat memikirkan aku akan segera meninggalkanmu. aku hanya tak suka angka itu semakin besar. aku merasa seperti menuruni satu tangga kebanggaan jika aku menyebut angka yang semakin besar di hadapan orang orang. karena itu memang kebanggaanku. kebanggan untuk selalu menyebut angka yang kecil pada lingkunganku. lingkungan manapun, aku akan selalu menjadi satu yang selalu mampu menyebut angka terkecil. meskipun dimanapun aku akan selalu menyebut angka terkecil, aku tetap tak suka nilai angka itu semakin besar. karena meskipun angka itu tak pernah semakin besar bagi dunia tempat tinggalku, angka itu semakin besar bagiku.

sejak awal aku sudah seperti menempati hidup yang salah. terlalu cepat. terlalu cepat dibandingkan sewajarnya rata-rata. aku pernah ditanyai oleh seorang kakak angkatan yang sekelas denganku tentang hal itu. ia menanyakan dengan serius seakan sedang berada dalam riset besar dimana aku adalah subjeknya. ia menanyakan pernah atau tidak aku merasa kesusahan menjalankan peranku yang sesungguhnya belum waktunya untuk diperankan, pernah tidaknya aku merasa sulit beradaptasi, pernah atau tidak aku merasa berbeda dengan orang orang di sekitarku. saat itu aku menjawab dengan bangga dan lantang "tidak!". itu saat aku semester 2. dan sekarang aku duduk di bangku semester 6 dan semakin hari semakin merasa jawabanku berubah menjadi "iya!". "iya aku karbitan, matang sebelum waktunya!".

semakin dekat waktu aku meninggalkanmu. merubahmu menjadi Sembilan Belas. aku semakin merasa keberatan. aku juga tak suka menggombal bahwa kamu indah, waktu bersamamu selama ini berharga, semua yang menjadi bagian darimu luar biasa. tidak! karena aku percaya waktu setahun yang kusebut Delapan Belas bukan pusat tata surya. aku lebih suka percaya bahwa pusat tata surya sebagian besar ada pada Subjek, beberapa pada Objek, sedikit pada Predikat, dan bagiku Keterangan bukanlah apa apa. waktu hanyalah keterangan. Delapan Belas bukanlah apa apa. bagian bagian pembentuk Delapan Belas yang pantas menjadi Subjek, Objek, atau Predikat yang luar biasalah yang berarti. bukan Delapan Belas-nya. bukan keseluruhan.

aku keberatan hanya karena aku tak sudi menjadi dewasa. aku tak sudi meskipun aku telah melihat semua orang disekitarku yang selalu telah menjalaninya terlebih dahulu dariku baik baik saja. aku tak sudi. aku tak sudi menjadi sudah-Sembilan-Belas meskipun semua orang disekitarku bilang baru-Sembilan-Belas.

meet you soon there anyway. welcome.

Selamat malam, Sembilan Belas.

Kamis, 10 Februari 2011

day #28 - untuk Bu Rina

Good evening, Mom!

you've ever write your about-me data like this :

"coffee lover and cola addict"

and just so you know, I love you like you love coffee and I'm addicted to you like you're addicted to cola, Mom!
you're the funnest lecturer I've ever been studying with for almost 3 subjects. you're my favorite. you are!

Selasa, 08 Februari 2011

surat cinta day #27 - untuk isi hati


selamat siang, kehati hatian.

aku mohon, tolong pergi! tolong pergi dan biarkan isi hatiku mengalir sesuai wujud keadaannya yang sesungguhnya tanpa harus dibatasi olehmu, kehati hatian. kamu menahan isi hati yang sesungguhnya ingin keluar. kamu membuat dia meragukanku. biarkan aku melakukan semuanya sesuai isi hati. tinggalkan kami! biarkan kami berdua sendiri agar dia berhenti meragukanku.

aku tidak peduli. apapun alasanmu selalu mengiringiku, aku tidak peduli! terserah kamu mau mengatas namakan trauma, pengalaman, persiapan untuk keadaan terburuk, memblokir harapan dan ekspektasi, atau apalah. aku tidak peduli. pergi sekarang juga! jangan halang halangi rasa yang sesungguhnya aku punya untuk diungkapkan. jangan halangi aku mengeksplor isi hatiku hanya karena terlalu berhati hati. pergi sekarang juga karena aku sudah muak diragukan oleh dia dan aku ingin bisa membuatnya percaya akan apa yang sesungguhnya ada dalam diriku, dalam hatiku. tolonglah kehati hatian, tinggalkan aku, rasaku, tulusku, dan isi hatiku sekarang juga. biarkan aku bebas.

selamat siang, isi hati.

Legenda 7 Bersaudara


konon, jaman dahulu kala, di suatu tempat yang tak bisa disebut desa dan belum juga bisa disebut kota, hidup 5 orang kakak beradik. kelima kakak beradik itu berjenis kelamin perempuan. anak pertama bernama Novi, yang kedua bernama Opi, yang ketiga bernama Devi, yang keempat bernama Maya, dan yang kelima bernama Eci. mereka hidup bahagia dan berkecukupan, bahkan bisa dibilang berlimpah harta. mereka hidup bersama ayah dan ibu mereka. ayah mereka pemilik sebagian besar lahan persawahan dan perkebunan di daerah mereka. ibu mereka hanya merupakan ibu rumah tangga biasa.

pada suatu masa, pekerjaan ayah 5 bersaudara sedang berada pada posisi krisisnya. banyak pesaing pesaing pemilik lahan yang mulai berbuat curang serta memanfaatkan ayah mereka. dari situ ayah mereka mulai bangkrut dan keluarga mereka jatuh miskin. saat itu si sulung Novi baru berusia 6 tahun, Opi 5 tahun, Devi 4 tahun, Maya 3 tahun, dan Eci 2 tahun. sementara itu, ibu mereka baru saja melahirkan anak ke 6 yang diberi nama Via dan lagi lagi berjenis kelamin perempuan.

keluarga itu bertahan selama hampir setahun dalam keterpurukannya. pada suatu saat, ayah 6 bersaudara meninggal dunia. berdasarkan hasil pemeriksaan, ayah mereka dibunuh dengan cara diracuni oleh salah satu pesaing kerjanya, pemilik lahan sawah terbesar kedua di daerah tempat tinggal mereka. saat itu ibu mereka sedang mengandung anak ke 7. kandungan sang ibu sudah memasuki bulan ke 3. keluarga itu sangat terpukul, terutama ibunya. anak anak masih kecil sehingga masih belum begitu paham tentang kematian ayah mereka. sejak saat itu ibu mereka mulai mengalami depresi berat dikarenakan keadaan ekonomi keluarga dan juga kematian sang suami. sang ibu mulai selalu menyalahkan kelahiran Via sebagai awal dan penyebab semua kesialan hidup yang menimpanya.

sampai anak ke 7 lahir, ibu 7 bersaudara masih bertahan mengurus keluarga itu dalam depresinya. anak ketujuh itu dinamai Bona. anak itu perempuan. sang ibu akhirnya menemui waktu menyerahnya saat Bona menginjak umur sekitar satu tahun dan baru saja bisa duduk sementara Via baru bisa berjalan. ibu mereka meninggalkan mereka dan tak lama kemudian ditemukan meninggal gantung diri.

sejak saat itu 7 bersaudara bertahan hidup sendiri. Novi yang baru berusia 8 tahun terpaksa menjadi semacam pembantu rumah tangga pada suatu keluarga berkecukupan, makan enak di sana dan hanya pulang seminggu sekali. sementara itu di rumah adik adiknya selalu makan nasi aking. anak kedua, Opi harus bekerja menjual koran setiap hari demi menghidupi adik adiknya. setiap hari ia berkeliling daerah tempat tinggal mereka dan berteriak "koyaaan... koyaaaaaaann..." karena ia pun baru berusia sekitar 7 tahun dan belum bisa benar mengucapkan "R". anak ketiga, Devi yang baru berusia 6 tahun hanya bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan mencoba menjaga ke 4 adiknya.

Maya dan Eci adalah anak yang paling nakal. Maya selalu ditugaskan menjaga Eci namun perilaku kedua anak itu tidak terlalu berbeda. Maya lebih sibuk bermain dengan anak lain, terutama anak anak lelaki yang banyak menyukainya dibandingkan bermain dengan dan menjaga Eci. sementara itu, Eci paling tak bisa dikontrol perilakunya. ia suka mengacau di rumah para tetangga, bermain dan tak pulang sampai kakak kakaknya kesusahan mencarinya, menghancurkan barang barang milik orang lain, memukul anak tetangga dan sebagainya. ia bahkan suka mengambil barang dagangan warung dekat rumahnya tanpa mau bayar sehingga Opi yang paling sering ditegur dan dimintai bayaran atas utang Eci oleh pemilik warung setiap ia pulang menjual koran. padahal saat seperti itu Opi sedang dalam keadaan paling lelah, tapi Eci selalu menambah beban lelahnya.

kenakalan Eci tidak hanya sampai disitu. ia juga sangat suka menendang nendang kepala dua adiknya, Via dan Bona. ia suka merebut susu jatah Via, dan akhirnya Via hanya bisa minum air rendaman beras, sehingga Via terlihat begitu kurus sementara Eci adalah yang paling gemuk di antara ketujuh saudaranya. ia juga beberapa kali pernah mendorong Via masuk ke dalam sumur dan harus diselamatkan oleh Devi yang lalai memantau adiknya karena sedang mencuci pakaian dengan menaikkan Via ke dalam ember penimba sumur yang ditarik dengan tali. Via adalah anak yang paling jarang melawan di antara mereka sehingga ia paling sering diganggu oleh kakaknya yang nakal.

pada suatu saat, Opi yang sedang menjual koran keliling bertemu dengan seorang pria yang sudah 8 tahun menikah namun belum memiliki anak. pria itu sangat bersimpati dengan keadaan keluarga Opi dan berniat merawat anak yang paling kecil, Bona, sebagai anak mereka sendiri. Opi yang bingung, selalu panik, masih kecil, serta sudah lelah bekerja menanggung hidup adiknya langsung mengiyakan dan menyerahkan Bona kepada pria tersebut. mulai saat itu Bona kecil yang baru bisa duduk hidup mapan. hal yang sama terjadi seminggu kemudian saat Opi sedang berjualan koran di sekitar pelabuhan. saat itu ada seorang pengusaha kaya raya asal Papua bertemu Opi, bersimpati dengan keadaan keluarganya dan berniat merawat Via. Via pun diserahkan kepada orang itu. sejak saat itu Via hidup senang dan kaya raya.

keluarga itu mengalami satu lagi peristiwa besar saat Eci yang sedang bermain dan membuat kerusuhan di mana mana diculik oleh seseorang yang tidak dikenal. pada akhirnya penculik itu pun tak dapat dilacak dan Eci pun tak pernah ditemukan lagi. anehnya, kakak kakak Eci tidak begitu kehilangan dan mengalami kesedihan atas kejadian tersebut. sejak saat itu, Opi, Devi dan Maya sering menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pasar dan melakukan pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan. Novi sesekali ikut meskipun tidak sering karena ia masih bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga kaya raya itu. pada suatu hari yang sibuk, saat 4 bersaudara sedang bekerja di pasar, Maya hilang. tak ada yang tau bahwa ia diculik atau ia melarikan diri untuk menemukan hidup baru.

dalam kesepiannya Opi dan Devi semakin sering bersama. Novi masih seminggu sekali pulang. Keluarga yang kini merawat Via dan Bona sering mengirimkan uang untuk keluarga mereka yang tertinggal 3 orang. keseluruhan kisah ini pun masih menggantung, kecuali kepastian bahwa Opi sempat memberikan potongan beling yang ia temukan dari menggaruk garuk tempat sampah untuk satu persatu saudaranya. masing masing mendapatkan satu potong beling yang juga bukan berasal dari satu barang utuh yang sama. Opi hanya berharap suatu saat nanti, saat semuanya telah dewasa, mereka akan bersatu kembali di suatu tempat yang entah dimana dan mungkin saja disebut Jogja atau Kaliurang.

sekian.



NB : whole story is a joke!

story ideas : Sridevi Lenggeni Asman, Noviani Dhias Pratiwi, Novia Irianti, and Dessy Jusraeni Putri.

and I just can't stop ngakakkk!!!