Selasa, 01 Februari 2011

JANGAN PERNAH PERCAYA FIKSI...
yang ada di blog ini!

surat cinta day #19 - untuk yang benar bertarung


Selamat malam, Fara Aldila Tuanaya!

Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk darah sejenis meskipun cukup jauh yang mengalir dalam tubuhmu juga tubuhku. Untuk nama paling belakangmu yang sama dengan milik mamaku. Untuk suatu pulau kecil yang sungguh indah yang sama kita tuju dan kita sebut kampung halaman. Karena untuk itu aku memang melekat padamu, takkan pernah lepas oleh alasan apapun yang dibawa oleh kehidupan. Karena untuk itu aku mencintaimu.

Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk batin yang telah kamu ikatkan seerat mungkin dengan batinku. Untuk waktu yang tak habis kau sediakan untukku. Untuk pengertian dan pemahaman besar yang kamu punya untukku meski kata tak pernah sampai dariku tentangku untukmu. Untuk semua iya yang kamu punya untuk mendukungku dan semua tidak yang kamu lantangkan untuk menjagaku. Untuk label yang umumnya orang sebut sahabat meskipun kita lebih suka menyebutnya saudara dan meskipun secara harafiah memang begitu. Untuk kebersamaan fisik dan nonfisik yang terikat kuat dan tak termasuk dalam jenis kebersamaan apapun karena terlalu luar biasa. Karena itu aku mencintaimu.

Aku mencintaimu. Sungguh. Untuk kisah yang kaubiarkan aku tuk menyaksikan dan memahaminya. Kisah yang sewujud dengan yang dulu pernah aku lewati. Untuk rasa rasamu atas kisahmu yang entah karena kaitannya dengan paragraf pertama atau kedua begitu aku pahami. Untuk pelajaran hebat yang mampu kamu ukir dalam ceritamu itu. Pelajaran yang tak pernah mampu aku buat. Untuk pelajaran yang bisa kupelajari darimu. Bahwa sesungguhnya yang benar berjuanglah yang akan menjadi pantas, yang benar bertarunglah yang akan menuai yang manis. Karena itulah aku mencintaimu.

Selamat malam, yang benar bertarung!

Senin, 31 Januari 2011

day #18 - untuk Hendrik Nova Adiyatma


Selamat pagi, kata kata.

Kamu jagonya dalam hal itu. Surat ini seharusnya padat dan penuh kipikan dengan kata untukmu. Tapi aku tak pernah lebih hebat darimu untuk itu. Dan tak akan pernah. Kamu tetap rajanya. Raja kipik. Dan aku bukan ratunya. Takkan pernah menjadi ratunya. Maka sekian yang dapat kurangkai. Terima kasih.

Wabillahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuuh.

Selamat pagi, Hendrik!

Sabtu, 29 Januari 2011

day #17 - untuk yang bermimpi

Selamat malam, Asa!

kamu tau? kamu selalu terdengar jauh lebih indah saat dilantunkan bersama orang-orang berharga. berharga karena alasan hebat yang tidak sedikit dan tidak sembarangan. kamu indah saat dilisankan bersama, bahkan saat konteksmu adalah masa depan yang menakutkan dan seakan mampu menelan hidup-hidup. kamu terasa begitu agung saat dibayangkan bersama, walaupun yang terbayang telah melampaui setinggi-tingginya probabilitas.

jangan berhenti bermimpi. bersama. aku suka mendengarnya. apalagi saat semua yang melantunkannya ada di dalamnya. di dalam asa yang diciptakan. jangan berhenti. aku suka mendengarnya. meskipun isinya tak mungkin dan berlebihan. jangan berhenti. aku suka. karena kita akan benar-benar berjuang menggapai dan tinggal di dalam asa itu. jangan berhenti bermimpi. jangan berhenti melantunkannya. bersama-sama. aku cinta kalian.

Selamat malam, yang bermimpi!

Jumat, 28 Januari 2011

day #16 - untuk para perasa


Selamat pagi, Patah Hati.

Selamat pagi, semua yang mampu merasakannya. kalian hebat karena mampu merasakannya. kalian sepantasnya bersyukur karena bisa merasakannya. kalian tak pantas mengeluh. kalian orang yang memiliki hati hebat karena merasakannya. hati kalian dibuat hebat olehnya. karena hebatnya, kalian pantas untuk yang hebat dan itu butuh waktu. tak ada yang rumit. kesakitan itu menghebatkan kalian, dan karena kalian hebat, kalian pantas untuk yang hebat dan itu tak mudah. bukan ada dimana-mana.

Selamat pagi, Jatuh Cinta.

Selamat pagi semua yang mampu merasakannya. kalian juga yang wajib bersyukur karena mampu merasakannya. kalian harus bersyukur karena mampu bahagia dan tersenyum. kalian yang mampu melihat semua berubah indah. kalian pemilik imajinasi tertinggi karena indera mensensasikan dan mempersepsikan semuanya menjadi yang tak mampu orang lain tau. selamat untuk kalian yang mampu merasa aman dan nyaman. kalian yang mampu merindu. tak ada yang rumit. nikmati saja dan berhenti mengkhawatirkan.

Selamat pagi, Para Perasa.

selamat karena kalian punya hati. kalian menggunakannya. mengoptimalisasikannya. selamat karena kalian hidup dalam drama. itu bukan kecacatan. itu kelebihan luar biasa. drama itu luar biasa. selamat karena kalian tidak bangga dan sombong dengan otak kalian seperti Para Pemikir. mereka tak tau bagaimana nikmatnya dunia drama. Alice pun ingin pindah dari Wonderland ke sini. bangga lah kalian karena kalian punya organ yang lebih luar biasa dari sekedar otak, itulah hati.

untuk rasa, apapun kamu, sakit maupun bahagia, jaga hati yang menampungmu. selamatkan mereka. jangan biarkan mereka mati karena kamu takkan lagi punya tempat tinggal.

sekali lagi, Selamat pagi, Para Perasa!

Kamis, 27 Januari 2011

surat cinta day #15 - untuk papa dan mama

Selamat pagi, Pemilik Kesempurnaan!

apalagi yang harus ditulis selain maaf dan terima kasih? selain itu aku hanya ingin menulis bahwa aku ingin terus berfoto dalam pose polos wajah kecilku bersama kalian. aku tak mau foto lain, pose lain, wajah lain. aku tak mau wajah dewasaku dan paras menua kalian. dewasa bodoh! maafkan aku.

sudah. aku tak bisa menulis lagi. aku mau menangis!

Selamat pagi, Papa dan Mama.

Rabu, 26 Januari 2011

day #14 - untuk terima kasih

Selamat malam, penerimaan.

Penerimaan, aku tak tau kamu mampu hadir dengan begitu megah. kamu mampu menggapai diriku saat yang kuharapkan untuk didapatkan adalah sebuah pukulan keras mendarat di wajahku. kamu mampu datang saat aku sungguh butuh dimaki dan diludahi. kamu menggenggam tanganku tepat saat satu satunya hal yang ingin kudapatkan adalah tendangan selamat tinggal yang keras dan menyakitkan.

Penerimaan, kau tau apa yang aku pikirkan saat aku memikirkanmu dan yang memilikimu? aku berpikir tentang berdiri di tengah jalan raya dan menunggu truk besar mengehempaskan tubuhku berdarah di pinggir jalan. aku berpikir tentang naik pesawat dan terjun bebas tanpa parasut dari batas ketinggian terbangnya. aku berpikir tentang menaiki tangga kampus sampai lantai terakhir dan menuju ke lantai bawah lagi dengan cara tercepat tanpa harus naik tangga lagi.

Pemerimaan, kau sesungguhnya menyakitiku. karena aku tak pantas mendapatkanmu. kenapa kau justru hadir dan membuat rasa menguat? dengar, aku sungguh tak pantas untuk itu! Penerimaan, sungguh aku kuat menangis bermalam-malam untuk memikirkanmu. kenapa aku tak ditinggalkan saja? aku merasa berdosa! aku telah menyakiti!

Penerimaan, yang memilikimu dan yang memberikanmu padaku sungguh... tak tau dengan kalimat seperti apa lagi aku harus berterima kasih padanya. aku rasa takkan ada cara yang pantas untuk mengungkapkan keseluruhan rasa terima kasihku padanya. Penerimaan, kamu telah menjadi ujian terberat dan dia lulus. entahlah, dunia boleh melihatnya sebagai yang paling tidak baik tapi kamu lah yang paling tau bahwa dia yang terbaik. siapa lagi? kamu yang paling tau.

Selamat malam, terima kasih.

Selasa, 25 Januari 2011

day #13 - untuk Bunga

Selamat malam, Dua Puluh Enam.

Kamu manis sekali malam ini. Kamu angka paling manis yg pernah aku punya dalam hidupku. Sudah pasti, itu tanggal dimana aku mulai bernapas. Tapi kamu memang yg termanis sejauh aku pernah bernapas 18 tahun ini.

Dua Puluh Enam, kamu cantik. Yg paling cantik sejauh ini. Kamu angka saat ekspektasi yg tak pernah terlisankan dan bahkan ditolak untuk dibayangkan terpenuhi jauh melebihi asa. Kamu yg terindah saat harapan luput dari diri dan kecewa telah menyusupi saat jam berdetak dalam menitnya terakhir menuju jam 12. Kamu datang saat hanya deretan lentera jingga tergantung tertangkap mata tanpa ada sosok kesayangan yg tampak.

Dua Puluh Enam, kamu istimewa. Paling istimewa kali ini. Kamu angka biasa yg teristimewakan oleh setengah mekar yg kudapat. Kamu berubah wujud menjadi wangi bunga yg habis kuhirup sampai tak bersisa. Kamu merah putih hijau putih yang tebungkus plastik sederhana setengah perak. Kamu kado terbaik. Dan aku cinta itu. Dan aku tak habis menikmatinya. Karena ada kamu disana. Karena ada senyumku tersungging tulus disana.

Selamat ulang tahun. Bagiku. Bagi istimewa yg kudapat. Bagi istimewa yg kau beri.

Selamat malam, Bunga :)


Dedicated sweetly for Tiara Ardiani

Senin, 24 Januari 2011

day #12 - untuk Diajeng Larasati Sekar Arum


Selamat pagi, Gendut!

apa matahari di dunia kecil milikmu bersinar pagi ini? atau langit mendung? atau udara hanya dingin berkabut?

oh ya. aku rasa kamu tak tau dan tak bisa menjawab karena kamu sedang terlelap. baru saja terlelap. aku rasa yang kamu tau sekarang adalah bulanmu sedang menampakkan diri dalam tidurmu. ini waktu bulanmu berseri, bukan? bukan mataharimu yang tampak. bagaimana keadaanya? penuh? setengah? sabit? apa ia ditemani bintang? atau ia tetutup mendung lagi?

bagaimana larutmu tadi malam? apa kopi dan rokokmu cukup baik menemanimu? bagaimana lagu lagu yang selalu merdu kau nyanyikan? bagaimana tulisan surat suratmu? apa kabar pikiranmu? apa kabar hatimu?

kamu pernah bilang kamu ingin menjadi sepertiku. yang menurutmu tak pernah memikirkan dan meributkan hidup. aku disini justru iri denganmu dan pikiran-pikiranmu yang selalu rumit. seperti tak ada hal sekecil apapun yang terlewat kamu pikirkan.

apa kabar rasamu? masih penuh luka? masih berdarah? kamu harus mau berhenti membiarkannya begitu. kamu yang mengendalikan segalanya. kamu bisa. kamu harus tau, luka lukanya telah membuatnya terlalu kuat. dan yang sekuat itu akan pantas untuk yang sangat luar biasa. tunggu saja. tapi jangan menunggu dalam diam. jalani dan nikmati saja yang ada, yang hadir dan harus dijalani. walaupun dengan luka lagi.

kamu kompleks. kamu akan ada dalam jilidan sebuah buku biografi tebal. kamu sepantasnya begitu. karena kamu dan hidupmu yang selalu kamu kutuk adalah inspirasi besar bagi orang orang di sekitarmu. kamu akan diabadikan. karena kamu membuat orang mengenangmu.

cepat bangun! matahari menunggu untuk melihatmu. kami juga.

Selamat pagi, Laras!

Minggu, 23 Januari 2011

day #11 - untuk Rasa Sahabatku

Selamat siang, Jatuh Cinta.

aku menulis untuk temanku yang sedang berteman baik denganmu. dia sedang jatuh cinta. mungkin terlalu jauh untuk disebut jatuh cinta, paling tidak dia benar sedang merasa. memiliki rasa. aku mau surat ini disampaikan untuk tujuan sang rasa. tapi aku rasa tak akan sampai. sampai pun tak berminat ia baca, atau ia baca tapi tak ia pedulikan. yah, begitulah dia.

tidak bisa. aku masih mau surat ini ditujukan untuknya. untuk tujuan sang rasa. rasa yang dirasa kuat oleh temanku. rasa yang tak habis dilawannya agar tak menguat. rasa yang tak habis dihentikannya karena ia rasa tak pantas. rasa ia yang cegah mengalir, ia arahkan ke sebuah palang tampungan dan ia pendam. rasa yang baginya salah dan tak ada alasan untuk dirasakan.

sebenarnya aku tidak mengerti apa yang temanku anut. bagiku, selama itu cinta, itu adalah benar. aku tau cinta takkan lepas dari baik buruknya, tapi buruk pun itu, cinta adalah rasa yang paling pantas dirasakan, dipertahankan, diperjuangkan. tidak dihalang-halangi. sama sekali tidak. tapi ia tidak menganut itu. baginya rasa itu salah. aku masih tak paham.

yang aku pahami, apapun yang ia pilih, membiarkannya mengalir atau menghalanginya, cinta diantara mereka memang besar. sudah dari dulu besar. entah dalam wujud transformasi jenis apa, cinta itu sudah besar. aku tau mereka hanya menganut hukum kekekalan energi. bahwa energi itu adalah rasa dan hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, tidak dapat diciptakan atau dihilangkan. ya, entah sahabat atau yang bukan sahabat, cinta itu sudah ada, hanya berubah bentuk.

terserah padamu. aku tak akan memaksakan apa yang aku anut untuk kau anut. yang aku tau aku sayang kalian berdua. aku bertemu dia malam ini, aku sempat menatapnya dalam-dalam dari kejauhan dan aku rasa tak ada yang salah atas rasa yang kau daratkan ke sosok seperti itu.

Selamat siang, Rasa Sahabatku.