Selamat malam, Kanvas Ajaib.
malam ini aku kembali sibuk dengan pikiranku tentang angka, tentang waktu, tentang masa depan. aku benar-benar sedang tidak stabil. sekarang malam semakin larut dan kamu, Kanvas Ajaib, menyusup menjadi sewujud objek yang harus diindera oleh mataku. kamu semakin mendramatisir segalanya.
kamu tergantung manis dalam diam dibalik cermin kecil di kamar gelap yang sudah lebih dari 2 tahun aku tempati. kamu ajaib karena kamu tak selayaknya menjadi kanvas, tapi kamu lah satu benda yang aku percaya mampu menjadi kanvas terbaik dalam hidup semua orang yang pernah mengalami momen yang disebut kelulusan masa SMA. masa yang katanya paling indah, masa dimana kita lah sang raja dan ratu. aku setuju, dan kalau ada yang tidak, mereka lah yang bodoh dan merugi karena tak mampu merasakannya. kamu menampung ratusan coretan paling tidak penting yang sekaligus menjadi coretan mesin waktu. mesin waktu yang sekarang juga membawaku ke masa lalu dan masa depan sekaligus.
kamu psikofarma yang mampu mengembalikan ingatan. kamu hebat, Kanvas Ajaib! aku rasa baru kemarin sore aku sibuk mencari atribut ospek. baru kemarin malam aku melihat boulevard kampusku dipenuhi transaksi antara senior dan junior sepenuh pasar awul-awul saat sekatenan di Jogja. sekarang, aku seperti melihat setelan toga bodoh menggantung di belakang pintu. setelan yang entah apa maknanya dalam beberapa jam ia bertugas menutupi tubuh. karena tak lebih dari beberapa jam itu ia akan dilepas dan sebongkah besar kebingungan dan kehilangan akan menghantam kepalamu dari belakang. hantaman yang bukannya menyebabkan hilang ingatan, tapi justru memutar kembali film berjudul 'Memori Hidup'.
Kanvas AJaib, kamu jahat. kenapa kamu harus diam disitu? kenapa kamu tidak pergi saja ke dekat sumur kosku dan berganti menjadi abu? kenapa aku tak melakukannya toh kamu memang tak mampu melakukannya sendiri? aku rasa baru kemarin aku berpesta pora dengan ratusan kanvas lainnya, dan sekarang semuanya berubah. yang lebih tragis, semua itu akan segera kualami lagi. kenapa kamu sudi dilumuti jamur disitu? kamu mengembalikan rindu luar biasa untuk sahabat, saudara, tawa, tangis, kisah, dan kehidupanku di masa lalu. semuanya memang masih ada. hanya saja... berubah.
warna-warnimu sungguh menyakitiku malam ini. tapi siapa peduli? aku juga seharusnya tidak. semuanya akan baik saja kan? semua hanya bagian bagian dari puzzle raksasa yang bernama hidup dan semua indah. tak ada yang lebih tebal dan lebih tipis dari potongan-potongan itu. iya kan?
yasudah. sampaikan salamku untuk masa lalu. tak ada yang hilang kok. hanya saja akan segera berubah lagi.
Selamat malam, Seragam Pelangi.
Selasa, 18 Januari 2011
Minggu, 16 Januari 2011
Dieng :)
surat cinta day #4 - untuk pesan cinta
Selamat malam, Senyum.
kau tau? kamu teman terdekatku belakangan ini. kamu definisi teman paling signifikan akhir-akhir ini karena kamu sungguh setia selalu hadir. Senyum, aku rasa kamu yang akan selalu melekat selama dia bertahta dalam kelogisan maupun kecacatan logisku. aku rasa kamu yang akan selalu menggenggam wajahku selama dia berkuasa dalam hati yang sakit maupun sehatku.
dan aku rasa, tulusmu lah yang hadir menjadi pertama dan utama saat cacat kecanggihan teknologi mengantarkan semacam pesan klasik berpita selayaknya kado yang tak pernah terharapkan. aku rasa kamu lah yang ada saat mataku merefleksikan deretan singkat huruf dalam iris hitamnya.
deretan bentuk monoton yang berubah penuh makna. deretan "kamu istirahatlah, sayang. hari sudah lelap dan lelahmu semakin pekat. istirahatlah. besok aku tetap ada dalam dekat."
Senyum, kamu baik telah menemani. pada akhirnya rindu semakin melekat dan aku butuh untuk mendekap.
Selamat malam, Pesan Cinta :)
kau tau? kamu teman terdekatku belakangan ini. kamu definisi teman paling signifikan akhir-akhir ini karena kamu sungguh setia selalu hadir. Senyum, aku rasa kamu yang akan selalu melekat selama dia bertahta dalam kelogisan maupun kecacatan logisku. aku rasa kamu yang akan selalu menggenggam wajahku selama dia berkuasa dalam hati yang sakit maupun sehatku.
dan aku rasa, tulusmu lah yang hadir menjadi pertama dan utama saat cacat kecanggihan teknologi mengantarkan semacam pesan klasik berpita selayaknya kado yang tak pernah terharapkan. aku rasa kamu lah yang ada saat mataku merefleksikan deretan singkat huruf dalam iris hitamnya.
deretan bentuk monoton yang berubah penuh makna. deretan "kamu istirahatlah, sayang. hari sudah lelap dan lelahmu semakin pekat. istirahatlah. besok aku tetap ada dalam dekat."
Senyum, kamu baik telah menemani. pada akhirnya rindu semakin melekat dan aku butuh untuk mendekap.
Selamat malam, Pesan Cinta :)
Sabtu, 15 Januari 2011
surat cinta day #3 - untuk Hangat Puncak Dieng
Selamat pagi, Dingin.
kamu satu satunya hal yang memenuhi segala ruang kosong diriku selain cinta selama 2 hari ini. 2 hari perjalananku bersama segerombolan besar teman-teman menuju Puncak Dieng, Wonosobo. kamu dan cinta. sungguh sungguh bukan hanya mengisi ruang kosong diri, tapi menyelimuti seluruh permukaan diri. Dingin dan cinta. aku ingin bilang, demi jagat raya, kalian pasangan paling luar biasa yang sempurna mengisi diriku. demi Tuhan, kalian paling membuatku bahagia.
Dingin, terima kasih sudah agak merepotkanku untuk terus mencari kehangatan dan terus menyiksa imun tubuh untuk kerja rodi menyelamatkanku. sungguh, terima kasih telah membuat kami semua terus saling berpelukan, menghangatkan, mencintai. demi hela napas, aku bahagia. Dingin, terima kasih membuat teman temanku menenggak listerine demi merasakan hangat. dan untuk malam itu saja, aku cinta harum siksa listerine itu. Dingin, aku cinta mereka.
kamu satu yang setia menemani lelahku duduk di atas motor, lelahku berjalan menikmati ciptaan Sang Agung, lelahku tersenyum untuk di abadikan dalam suatu memory card. kamu dan cinta. sungguh aku jatuh cinta. padanya, pada mereka semua, pada semua yang kulihat. Sang Agung memang agung. kamu yang selalu hadir mengusik tawaku melihat temanku menjadi turunan Korea, berpelukan seperti penderita gangguan mental, gemetar tak mampu menyalakan korek api untuk rokok, berpose seperti idiot, dan tertawa. lalu tertawa lagi. dan terus tertawa. kamu satu yang setia menggenggam erat tanganku saat mengagumi tajam hujaman es dari pekat kabut, dan lalu Candi Arjuna, Kawah Belerang, sampai Telaga Warna. kamu dan cinta. sungguh kalian indah. seindah spot spot yang kusebut tadi.
Dingin, kamu keluh yang tak habis kusyukuri. kamu menahan tawa untuk tetap berdiri tegak di antara kami. menahan cinta tetap hangat mencumbu kami. menahan peluk tak terlepas dari tubuh kami. sungguh kamu tak habis kusyukuri. bahkan saat kamu berteman dengan udara malam dan semakin menyiksa perjalanan pulang kami. berteman dengan angin kencang yang bahkan menimbulkan percikan api listrik. berteman dengan basah hujan. berteman dengan gelap malam yang melarut. berteman dengan panjangnya jalan menuju rumah yang seakan tak akan sampai. berteman dengan ban motor pecah, rantai motor lepas, atau apalah. sungguh kamu masih satu yang setia ada dan menjaga kami bersama.
kamu satu yang membuat musik menjadi begitu hangat di tengah deras hujan. kamu satu yang membuat teh dan kopi hangat semakin hangat dan nyaman diteguk. kamu satu yang membuat warung sederhana menjadi rumah yang selalu hangat melindungi penghuninya. kamu satu yang membuat nyanyian semakin merdu dengan nada tawa. kamu satu yang membuat suara gitar semakin indah menghangatkan hati. kamu dan cinta. karena kalian berteman baik 2 hari itu. kamu dan cinta yang mengindahkan segalanya. kamu dan cinta yang menjaga hati dan rasa kami bersama. saling menggenggam erat.
Dingin, terima kasih untuk semua cinta yang semakin kuat kau ciptakan. terima kasih. terima kasih telah mendramatisir segala keindahan disana yang kukagumi. terima kasih membuat jalan seakan berlapis perak dengan tawa dan kebersamaan kami. terima kasih membuat Dieng seperti satu satunya keindahan dunia karena kebahagiaan yang kamu dan cinta ukir. terima kasih untuk semuanya.
salam untuk Wonosobo. kamu cinta dan kamu membuat kami mencinta.
Selamat pagi, Puncak Dieng!
Story Soundtrack : M+M's - Blink 182
"buy some candy and cigarette and we'll drive in my car. we'll blast the stereo and we'll drive to madagascar"
kamu satu satunya hal yang memenuhi segala ruang kosong diriku selain cinta selama 2 hari ini. 2 hari perjalananku bersama segerombolan besar teman-teman menuju Puncak Dieng, Wonosobo. kamu dan cinta. sungguh sungguh bukan hanya mengisi ruang kosong diri, tapi menyelimuti seluruh permukaan diri. Dingin dan cinta. aku ingin bilang, demi jagat raya, kalian pasangan paling luar biasa yang sempurna mengisi diriku. demi Tuhan, kalian paling membuatku bahagia.
Dingin, terima kasih sudah agak merepotkanku untuk terus mencari kehangatan dan terus menyiksa imun tubuh untuk kerja rodi menyelamatkanku. sungguh, terima kasih telah membuat kami semua terus saling berpelukan, menghangatkan, mencintai. demi hela napas, aku bahagia. Dingin, terima kasih membuat teman temanku menenggak listerine demi merasakan hangat. dan untuk malam itu saja, aku cinta harum siksa listerine itu. Dingin, aku cinta mereka.
kamu satu yang setia menemani lelahku duduk di atas motor, lelahku berjalan menikmati ciptaan Sang Agung, lelahku tersenyum untuk di abadikan dalam suatu memory card. kamu dan cinta. sungguh aku jatuh cinta. padanya, pada mereka semua, pada semua yang kulihat. Sang Agung memang agung. kamu yang selalu hadir mengusik tawaku melihat temanku menjadi turunan Korea, berpelukan seperti penderita gangguan mental, gemetar tak mampu menyalakan korek api untuk rokok, berpose seperti idiot, dan tertawa. lalu tertawa lagi. dan terus tertawa. kamu satu yang setia menggenggam erat tanganku saat mengagumi tajam hujaman es dari pekat kabut, dan lalu Candi Arjuna, Kawah Belerang, sampai Telaga Warna. kamu dan cinta. sungguh kalian indah. seindah spot spot yang kusebut tadi.
Dingin, kamu keluh yang tak habis kusyukuri. kamu menahan tawa untuk tetap berdiri tegak di antara kami. menahan cinta tetap hangat mencumbu kami. menahan peluk tak terlepas dari tubuh kami. sungguh kamu tak habis kusyukuri. bahkan saat kamu berteman dengan udara malam dan semakin menyiksa perjalanan pulang kami. berteman dengan angin kencang yang bahkan menimbulkan percikan api listrik. berteman dengan basah hujan. berteman dengan gelap malam yang melarut. berteman dengan panjangnya jalan menuju rumah yang seakan tak akan sampai. berteman dengan ban motor pecah, rantai motor lepas, atau apalah. sungguh kamu masih satu yang setia ada dan menjaga kami bersama.
kamu satu yang membuat musik menjadi begitu hangat di tengah deras hujan. kamu satu yang membuat teh dan kopi hangat semakin hangat dan nyaman diteguk. kamu satu yang membuat warung sederhana menjadi rumah yang selalu hangat melindungi penghuninya. kamu satu yang membuat nyanyian semakin merdu dengan nada tawa. kamu satu yang membuat suara gitar semakin indah menghangatkan hati. kamu dan cinta. karena kalian berteman baik 2 hari itu. kamu dan cinta yang mengindahkan segalanya. kamu dan cinta yang menjaga hati dan rasa kami bersama. saling menggenggam erat.
Dingin, terima kasih untuk semua cinta yang semakin kuat kau ciptakan. terima kasih. terima kasih telah mendramatisir segala keindahan disana yang kukagumi. terima kasih membuat jalan seakan berlapis perak dengan tawa dan kebersamaan kami. terima kasih membuat Dieng seperti satu satunya keindahan dunia karena kebahagiaan yang kamu dan cinta ukir. terima kasih untuk semuanya.
salam untuk Wonosobo. kamu cinta dan kamu membuat kami mencinta.
Selamat pagi, Puncak Dieng!
Story Soundtrack : M+M's - Blink 182
"buy some candy and cigarette and we'll drive in my car. we'll blast the stereo and we'll drive to madagascar"
Jumat, 14 Januari 2011
surat cinta day #2 - untuk bumi Tuhan
Selamat malam, langit malam.
Maaf menyapamu di dini hari. Sampai saat aku tak sedang melihatmu pun aku tau kau indah dan selalu jadi inspirasi. Kamu sumber ketenangan. Kamu ajakan untuk diam, melihat lebih dalam ke dalam hati dan pikiran. Merekam ulang semua peristiwa dan meraciknya menjadi pelajaran hidup. Kamu hitam. Dan kamu tau aku cinta hitam. Apalagi dengan kilau silver-mu yang bersinar indah. Karena aku tidak butuh bulan.
Langit malam, bukan hanya kamu. Teman-temanmu juga luar biasa. Kalian semua yang ada dalam satu komunitas alam-ciptaan-Sang-Agung. Kalian semua cantik. Wonosobo juga. Semua yang tertangkap mata dalam perjalananku ke sini luar biasa. Mungkin karena pengaruh musik yang memenuhi telinga dan menciptakan film yang kita perankan dengan soundtrack yang sedang didengarkan dan semua yang terlihat menjadi setting tempat film yang selalu dramatis. Semuanya terlihat sehebat hollywood.
Aku yakin, puncak Dieng juga hollywood. Karena luar biasa. Walaupun perjalananku belum sampai sana. Perjalananku tertahan malam dan terbelenggu kebersaamaan dengan orang-orang yang takkan ada alasan untuk tidak mensyukuri keberadaan mereka di hidupku. Terbelenggu ruang-ruang ajaib pencipta rasa takut kehilangan yang besar. Takut kehilangan masa indah ini, kebersamaan ini. Takut berubah. Takut dalam nyanyian yang terlampau merdu terdengar karena lagu-lagu itu tentang kita dan itu suara kita bersama. Nyanyian yang membuat napas sampai menyesak dan suara memarau menjadi hal yg paling disyukuri.
Semuanya indah. Bahkan abu vulkanik yang masih saja tersisa di jalan menuju ke sini. Jalan yang tertutup luapan lumpur Merapi. Bahkan sampai setinggi rumah. Bencana yang sampai sudah berakhirpun masih saja memaksa orang melindungi diri dengan masker. Sungai yang tidak lagi kuning kebeningan dan telah bertransformasi menjadi abu-abu menghitam. Tebal. Bahkan batu super besar yang bisa-bisanya terhanyut aliran dan merintangi jalanan. Semua luar biasa. Terlalu luar biasa. Kamu hebat, Tuhan. Terlalu hebat.
Selamat malam, bumi Tuhan :)
Maaf menyapamu di dini hari. Sampai saat aku tak sedang melihatmu pun aku tau kau indah dan selalu jadi inspirasi. Kamu sumber ketenangan. Kamu ajakan untuk diam, melihat lebih dalam ke dalam hati dan pikiran. Merekam ulang semua peristiwa dan meraciknya menjadi pelajaran hidup. Kamu hitam. Dan kamu tau aku cinta hitam. Apalagi dengan kilau silver-mu yang bersinar indah. Karena aku tidak butuh bulan.
Langit malam, bukan hanya kamu. Teman-temanmu juga luar biasa. Kalian semua yang ada dalam satu komunitas alam-ciptaan-Sang-Agung. Kalian semua cantik. Wonosobo juga. Semua yang tertangkap mata dalam perjalananku ke sini luar biasa. Mungkin karena pengaruh musik yang memenuhi telinga dan menciptakan film yang kita perankan dengan soundtrack yang sedang didengarkan dan semua yang terlihat menjadi setting tempat film yang selalu dramatis. Semuanya terlihat sehebat hollywood.
Aku yakin, puncak Dieng juga hollywood. Karena luar biasa. Walaupun perjalananku belum sampai sana. Perjalananku tertahan malam dan terbelenggu kebersaamaan dengan orang-orang yang takkan ada alasan untuk tidak mensyukuri keberadaan mereka di hidupku. Terbelenggu ruang-ruang ajaib pencipta rasa takut kehilangan yang besar. Takut kehilangan masa indah ini, kebersamaan ini. Takut berubah. Takut dalam nyanyian yang terlampau merdu terdengar karena lagu-lagu itu tentang kita dan itu suara kita bersama. Nyanyian yang membuat napas sampai menyesak dan suara memarau menjadi hal yg paling disyukuri.
Semuanya indah. Bahkan abu vulkanik yang masih saja tersisa di jalan menuju ke sini. Jalan yang tertutup luapan lumpur Merapi. Bahkan sampai setinggi rumah. Bencana yang sampai sudah berakhirpun masih saja memaksa orang melindungi diri dengan masker. Sungai yang tidak lagi kuning kebeningan dan telah bertransformasi menjadi abu-abu menghitam. Tebal. Bahkan batu super besar yang bisa-bisanya terhanyut aliran dan merintangi jalanan. Semua luar biasa. Terlalu luar biasa. Kamu hebat, Tuhan. Terlalu hebat.
Selamat malam, bumi Tuhan :)
Kamis, 13 Januari 2011
surat cinta day #1 - untuk masa depan
Selamat siang, Khawatir.
kenapa kamu selalu datang membebani? kenapa kamu berteman akrab dengan masa depan? ayolah, kalian berdua bisa saling mencari teman lain untuk menambah kolega. tak perlu kalian berdua menempel setiap saat dan hanya berdua.
Khawatir, tapi jangan cari aku sebagai teman baikmu yang baru. aku sesak. kemarin aku menyelesaikan ujian akhir semester 5 ku dengan sukses dan kesuksesan itu membawa aku semakin dekat dengan mu. kenapa waktu begitu jahat? aku tau semua akan baik-baik saja. aku hanya tak suka perubahan! sangat tidak suka! angka 5 sudah berakhir. besok 6. besok lagi 7 dan itu seharusnya adalah batas akhir. Khawatir, aku tidak mau berakhir.
aku tau aku sudah mengalami hal ini berkali kali dalam hidupku. dan untuk itu aku lelah. jangan lagi kehilangan, tolong! setiap aku nyaman, aku harus pergi. aku tau itu sudah sewajarnya, Khawatir. tapi semua itu juga membuatku semakin dekat denganmu.
denganmu dan temanmu. si Masa Depan. apa yang harus kulakukan saat aku benar-benar berpelukan dengannya nanti? apa yang harus kulakukan? aku lelah kehilangan teman dan kenyamanan. aku lelah memulai lagi semua adaptasi dari awal. aku takut dengan temanmu! takut! walaupun aku seharusnya sudah dewasa dan lebih mampu. tapi itu dia, aku pun tak suka menjadi dewasa.
kenapa, Khawatir? aku tidak mau menemui teman dekatmu itu. Masa Depan. bilang pada waktu, berhentilah berlari, berjalan, atau merangkak sekalipun. suruh dia diam! karena aku tak mau kemana-mana. aku tak mau bergerak! aku tau aku akan selalu mampu melakukan yang terbaik, seperti selayaknya selama ini telah kulakukan. aku tau aku akan baik saja. tapi aku tidak mau. aku malas menghadapi temanmu itu.
salam hangat untuknya tapi ya? aku akan tetap menemuinya. aku tau akan akan sayang padanya.
Selamat siang, Masa depan :)
kenapa kamu selalu datang membebani? kenapa kamu berteman akrab dengan masa depan? ayolah, kalian berdua bisa saling mencari teman lain untuk menambah kolega. tak perlu kalian berdua menempel setiap saat dan hanya berdua.
Khawatir, tapi jangan cari aku sebagai teman baikmu yang baru. aku sesak. kemarin aku menyelesaikan ujian akhir semester 5 ku dengan sukses dan kesuksesan itu membawa aku semakin dekat dengan mu. kenapa waktu begitu jahat? aku tau semua akan baik-baik saja. aku hanya tak suka perubahan! sangat tidak suka! angka 5 sudah berakhir. besok 6. besok lagi 7 dan itu seharusnya adalah batas akhir. Khawatir, aku tidak mau berakhir.
aku tau aku sudah mengalami hal ini berkali kali dalam hidupku. dan untuk itu aku lelah. jangan lagi kehilangan, tolong! setiap aku nyaman, aku harus pergi. aku tau itu sudah sewajarnya, Khawatir. tapi semua itu juga membuatku semakin dekat denganmu.
denganmu dan temanmu. si Masa Depan. apa yang harus kulakukan saat aku benar-benar berpelukan dengannya nanti? apa yang harus kulakukan? aku lelah kehilangan teman dan kenyamanan. aku lelah memulai lagi semua adaptasi dari awal. aku takut dengan temanmu! takut! walaupun aku seharusnya sudah dewasa dan lebih mampu. tapi itu dia, aku pun tak suka menjadi dewasa.
kenapa, Khawatir? aku tidak mau menemui teman dekatmu itu. Masa Depan. bilang pada waktu, berhentilah berlari, berjalan, atau merangkak sekalipun. suruh dia diam! karena aku tak mau kemana-mana. aku tak mau bergerak! aku tau aku akan selalu mampu melakukan yang terbaik, seperti selayaknya selama ini telah kulakukan. aku tau aku akan baik saja. tapi aku tidak mau. aku malas menghadapi temanmu itu.
salam hangat untuknya tapi ya? aku akan tetap menemuinya. aku tau akan akan sayang padanya.
Selamat siang, Masa depan :)
called it ART!
aku kangen.

aku kangen. aku lihat senyumnya di setiap sudut kamar. aku cium aroma tubuhnya di setiap hela napas. aku dengar tawanya di setiap kedipan mata. aku lihat wajah semua orang menjadi wajahnya. aku dengar suara setiap orang seperti suaranya. aku mencium wanginya di harum parfum semua orang.
aku berlebihan. aku berlebihan atau terlalu peka? aku terlalu peka atau orang lain tidak peka? yang aku tau dia terbayang seperti Ivan Pavlov atau Federic Skinner atau siapalah penguasa teori perilaku atau teori stimulus-respon. dia bahkan menyalahi teori karena sekarang dia adalah segala stimulus yang kuindera sekaligus segala respon yang kuhasilkan. dia menyalahi teori karena bahkan tidak ada modifikasi perilaku yang bisa diterapkan untuk mengubah perilakuku tentangnya, karena memang semua perilakuku hanya tentang dia. tak ada pengkondisian yang bisa menyelamatkanku dari rindu memeluk hangatnya, karena itu satu-satunya pengkondisian yang aku butuhkan untuk sembuh dari kegilaan.
aku keterlaluan. rasaku keterlaluan. memang benar. dia sudah seperti setiap potong puzzle dalam dunia yang kulihat. dia dimana-mana. rasaku sudah seperti material vulkanik yang beberapa bulan lalu terus menerus dimuntahkan Merapi. sudah seperti lumpur isi perut bumi yang sejak bertahun-tahun lalu menyembur di Sidoarjo dan menciptakan lautan pekatnya sendiri. dia sudah seperti luapan air laut raksasa yang menggulung Oktober lalu di Mentawai. ah... apalah. rinduku memang sudah seperti air yang meluap dan tumpah ruah dari sebuah ember dan keran airnya masih tidak bisa dimatikan.
aku dramatis. dia dan sosoknya yang tak tampak yang membuatku begini. bagian bumi yang kupijak bahkan sudah menjadi teritori daerah 4 musim. hari ini aku terbagun dan melihat keluar jendela lalu merasa semua daun telah berubah cokelat dan berguguran. dialah kuantitas daun gugur itu. kemarin aku bangun dan merasakan dingin menusuk seakan halaman depan sudah putih tertutup salju. dialah setiap butir salju yang jatuh itu. besok lusa aku terbangun dan mencium harum bunga, rumput, dan bahkan tanah yang begitu segar dengan suara burung berbulu biru seakan bernyanyi langsung di atas kepalaku. dialah jumlah bunga yang mekar itu. besok aku bangun dan menedang-nendang selimut jauh-jauh karena gerah dengan sengatan silau matahari yang tajam. dialah kuat dan tajam silau cerah itu.
aku hanya kangen. aku ingin sosoknya. sosoknya yang nyata di depanku. sekarang ini juga. kalau tidak aku semakin menggila. dan itulah keahliannya. membuatku gila dan tergila-gila. entah apa yang dia punya. entah apa yang telah aku susun sendiri dalam otak dan pikiranku sampai membentuk rasa seperti ini untuknya.
"aku ke rumahmu ya?"
"sekarang?"
"ya terserah kamu. kamu dimana?"
"aku lagi ngurus perpanjangan stnk. sejaman lagi ya?"
"iya. kasi tau aja kalo udah di rumah"
Tuhan, TERIMA KASIH. terima kasih telah mengamini segala kebutuhan dan keluhanku. terima kasih atas segala kesempatan.
dalam kurang dari 5 menit lagi aku pasti sudah selesai mengunci pintu kamar, mengeluarkan motor dari garasi, dan pergi. kenyataannya matahari terlalu terik bertahta selama beberapa jam di siang ini dan uap-uap air tak sanggup lagi saling memikul di atas sana. putih mereka berubah menjadi kelabu. kelabu itu melebar dan menutupi biru yang masih tersisa. tak sampai sempat aku mendapatkan 5 menit yang aku butuhkan, transformasi benda laut yang menjadi benda langit itu secara bergerombol dan tanpa jeda segera berubah lagi menjadi benda bumi. membasuh seluruh isi bumi. deras. pekat. tanpa ampun.
kakiku tercegat melangkah melewati 1 garis tipis pembatas kamarku dan halaman. memang tipis. dan setipis itu keterlambatanku. membuat rindu yang ada masih dramatis, masih berlebihan, masih keterlaluan. Tuhan, terima kasih. kelabu-Mu masih indah kok. hanya saja rasaku sekarang menjelma menjadi wujud sore ini. sepekat langit, sederas hujan, setajam kilat, semenggelegar petir, seluas sebaran genangan air.
aku masih kangen.
road on top



kemaren-kemaren gue abis ngebajak lagu ber-album-album dari warnet paling diberkahi di muka bumi karena isi harddisknya itu lengkap bangeeet (God bless that warnet, dateng tinggal copy paste doang).
dan pas pulang gue dengerin lagu lagu yang abis gue bajak, ada tiga album dengan cover album sejenis. semacam latah atau emang lagi itu inspirasinya atau emang lagi ngetrend?
dan pas pulang gue dengerin lagu lagu yang abis gue bajak, ada tiga album dengan cover album sejenis. semacam latah atau emang lagi itu inspirasinya atau emang lagi ngetrend?
life. flow. slow.
gue punya 3 kutipan favorit sepanjang hidup gue.
ini dia, sekedar biar dunia tau...
kalo hidup itu flow... slow...
dari buku
book : the black swan
author : Nicholas Taleb
quote : "life is a sequences of luck"
dari film
movie : fired up
director : Will Gluck
quote : "you know what John Lenon ever said? 'life is what happened when you're busy making the other plan'"
dari lagu
song title : grow a day older
song writer : Dewi Lestari
quote : "if everything has been written down so why worry?"
so? why are you still thinking too much?
ini dia, sekedar biar dunia tau...
kalo hidup itu flow... slow...
dari buku
book : the black swan
author : Nicholas Taleb
quote : "life is a sequences of luck"
dari film
movie : fired up
director : Will Gluck
quote : "you know what John Lenon ever said? 'life is what happened when you're busy making the other plan'"
dari lagu
song title : grow a day older
song writer : Dewi Lestari
quote : "if everything has been written down so why worry?"
so? why are you still thinking too much?
Langganan:
Postingan (Atom)

